Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN dan distributor motor listrik nasional menyampaikan keprihatinan mendalam atas ketidakjelasan kebijakan subsidi kendaraan listrik roda dua yang hingga hari ini belum juga diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Hal itu disampaikan Manager Operasional PT Zeus Pilihan Terbaik (ZPT), Andri.
Menurut dia, kebijakan subsidi motor listrik yang semula ditargetkan untuk 500.000 unit pada 2024, secara mendadak dipangkas menjadi 200.000 unit, kemudian turun lagi menjadi 50.000 unit, dan terakhir hanya 10.000 unit menjelang akhir tahun—tanpa penjelasan terbuka kepada publik maupun pelaku industri.
"Ketidakpastian ini menyebabkan fenomena hold buying dari konsumen, yakni menunda pembelian sambil menunggu kejelasan program subsidi," katanya dalam keterangan remis, Senin (30/6).
Akibatnya, kata dia, bukan hanya ZPT, tetapi banyak pabrik dari berbagai merek lain juga sudah menghentikan produksi bahkan tutup operasional, karena tidak mampu bertahan dalam pasar yang lesu akibat kebijakan yang tidak konsisten. Ribuan dealer di seluruh Indonesia juga gagal menjual unit selama berbulan-bulan, karena tidak bisa menjanjikan kepastian subsidi kepada calon pembeli.
Lebih dari itu, dia mengatakan, sejumlah konsumen yang sudah membayar uang muka (DP) bahkan belum menerima unit karena masih menunggu kepastian apakah mereka termasuk dalam kuota subsidi. Padahal, jika dijalankan dengan serius dan konsisten, program kendaraan listrik roda dua dapat menjadi solusi nyata bagi penghematan energi nasional.
Penggunaan motor listrik terbukti mampu menghemat Rp4-11 juta per tahun per pengguna, dibandingkan motor berbahan bakar minyak (BBM). Hal ini juga akan mengurangi beban subsidi BBM dalam APBN dan memperkuat daya beli masyarakat.
"Industri ini tidak bisa terus-menerus hidup dalam ketidakpastian. Tanpa roadmap jangka menengah dan keputusan cepat, momentum besar industri kendaraan listrik nasional bisa hilang begitu saja," paparnya.
Menurut dia, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan kuota dan skema subsidi motor listrik 2025 secara terbuka dan realistis, menetapkan roadmap kebijakan EV nasional minimal untuk 3 tahun ke depan.
Itu agar pelaku industri dapat merencanakan produksi dan investasi dengan kepastian, dan melibatkan pelaku industri, asosiasi, dan dealer dalam penyusunan kebijakan, agar selaras dengan kondisi pasar dan operasional di lapangan.
Indonesia tidak boleh tertinggal. Lebih dari 17 negara di dunia telah menerapkan kebijakan insentif EV yang progresif dan berpihak pada industri. Jika Indonesia ingin menjadi pemain utama dalam ekosistem energi bersih dan efisiensi fiskal nasional, maka keputusan subsidi ini tidak boleh lagi ditunda.
"ZPT siap terus mendukung pemerintah dan masyarakat dalam transisi menuju transportasi yang lebih bersih, hemat, dan mandiri. Tapi kami tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan kepastian dan keberpihakan nyata dari negara," pungkasnya. (Cah/P-3)
Selama dua setengah dekade, Kia terus berkembang mengikuti dinamika pasar Indonesia
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah merancang usulan insentif untuk industri otomotif yang memiliki efek berganda (multiplier effect) besar bagi perekonomian.
Sektor otomotif memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional karena memiliki efek berganda yang luas, terutama terhadap penyerapan tenaga kerja.
VinFast menargetkan memiliki 45–50 jaringan diler hingga akhir 2025, dan memperluas hingga 150–200 jaringan pada tahun berikutnya.
Aktivitas pengiriman suku cadang (sparepart) dari Surabaya terus meningkat seiring berkembangnya sektor otomotif dan elektronik.
Peneliti menyarankan insentif impor kendaraan listrik untuk dihentikan karena berpotensi menggerus daya saing industri otomotif lokal y
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Pentingnya uji tera alat ukur BBM di SPBU sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan konsumen
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved