Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketika Bitcoin tengah berusaha bangkit dari tekanan jual selama ini, perkembangan Ethereum sebagai aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Sang pendiri Vitalik Buterin pun melirik RISC-V untuk menyelamatkan masa depan Ethereum.
Sebelum melakukan trading eth usdt perpetual, sebaiknya kamu melakukan riset, dengan analisa fundamental dan teknikal, agar tidak mengalami resiko kerugian. karena trading futures ini memiliki resiko berkali-kali lipat.
Kenaikan yang berkali lipat seperti trading eth leverage, kamu bisa menaikkan keuntungan berkali lipat dibandingkan dengan trading spot. Salah satu analisa fundamental ETH dengan mengetahui informasi apa pun yang berhubungan dengan Ethereum.
Perkembangan yang terjadi pada Ethereum terbaru adalah munculnya informasi dari sang pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang memperkenalkan ide revolusioner pada tanggal 20 April lalu mengenai penerapan RISC-V sebagai pengganti Ethereum Virtual Machine (EVM).
Inisiatif ini bukan sekadar pembaruan kecil, melainkan perubahan besar pada lapisan eksekusi Ethereum. Itu bisa menjadi solusi untuk masalah skalabilitas dan efisiensi yang telah menghambat perkembangan jaringan ini.
RISC-V merupakan sebuah arsitektur sumber terbuka yang terkenal karena efisiensi dan fleksibilitasnya, serta telah diterapkan pada berbagai proyek blockchain seperti Nervos CKB. Dalam rencananya, Vitalik Buterin menyatakan bahwa Ethereum dapat memperlancar proses pelaksanaan transaksi dengan memanfaatkan RISC-V sebagai mesin virtual yang baru.
Tujuan dari perubahan ini adalah untuk secara signifikan meningkatkan efisiensi pada lapisan eksekusi Ethereum, mengatasi isu utama dalam hal skalabilitas, sekaligus menyederhanakan struktur lapisan eksekusi Ethereum secara substansial. Tidak hanya merampingkan proses, beberapa perubahan yang akan dilakukan diharapkan dapat memperbaiki performa ZK-prover, elemen vital yang digunakan dalam teknologi bukti tanpa pengetahuan, yang memungkinkan transaksi berlangsung lebih cepat, lebih murah, dan lebih privat.
Sementara itu dalam penejalasannya, Buterin menggarisbawahi kendala utama yang menghambat skalabilitas Ethereum yaitu mencakup protokol sampling ketersediaan data, mekanisme penyimpanan riwayat, serta pentingnya menjaga persaingan sehat antar produsen blok untuk ekosistem yang efisien dan kompetitif. Tak hanya itu, Buterin juga mengamati bahwa kemampuan sistem saat ini untuk memproses transaksi menggunakan teknologi ZK-EVM belum mencapai potensi maksimal. Ia menyatakan bahwa saat ini, sebagian besar waktu dan sumber daya prover digunakan untuk eksekusi blok dan perhitungan status.
Jika lapisan eksekusi Ethereum dapat dipindahkan ke platform RISC-V, proses yang terkait dengan smart contract bisa dipersingkat secara signifikan, sehingga pelaksanaan transaksi menjadi jauh lebih efisien dan ringan.
Menurut Buterin, beberapa bukti menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, ini dapat meningkatkan efisiensi lebih dari seratus kali lipat.
Pendapatan Jaringan Ethereum Turun Tajam Usaha keras tengah dilakukan Ethereum untuk masa depan Ethereum. Namun, di tengah rencana perubahan lapisan eksekusi Ethereum dengan penerapan RISC-V, jaringan ini justru menghadapi tekanan yang cukup besar.
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Etherscan pada 1 April, biaya transaksi di lapisan dasar mengalami penurunan ke tingkat terendah sejak tahun 2020, dengan rata-rata hanya US$0,16 per transaksi sepanjang April 2025. Kondisi tersebut tentunya bukan hal yang mudah bagi Vitalik Buterin. Bahkan sitasi semakin rumit karena pendapatan dari blob fee, biaya khusus yang berasal dari transaksi di jaringan Layer-2 seperti Arbitrum dan Optimism juga mengalami penurunan tajam. Sementara itu, pada akhir Maret 2025, total blob fee hanya mencapai 3,18 ETH atau sekitar US$5.000, menurun hingga 95%.
Para analis menilai bahwa penurunan ini tidak hanya disebabkan oleh kondisi ekonomi global, melainkan juga dampak dari perpindahan besar-besaran pengguna ke berbagai solusi Layer-2 yang menawarkan biaya gas jauh lebih murah dan performa yang lebih baik dibandingkan jaringan utama. Yang ironis, meskipun solusi skala L2 ini berhasil meningkatkan efisiensi transaksi, mereka, secara tidak langsung, mulai menggerogoti sumber pendapatan utama Ethereum tersebut.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas. Banyak yang mulai mempertanyakan daya tahan ekonomi Ethereum di masa depan, terutama jika ekosistem Layer-2 terus berkembang tanpa diimbangi dengan peningkatan efisiensi di jaringan utamanya.
Di sinilah diskusi mengenai penerapan RISC-V menjadi sangat penting. Selain memberikan penyederhanaan pada lapisan eksekusi arsitektur, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja jaringan, serta menjaga keseimbangan antara L1 dan L2.
Melihat kondisi Ethereum yang semakin terpuruk, maka sang pendiri Vitalik Buterin menanggapinya dengan melihat situasi ini, Buterin berpendapat bahwa Ethereum perlu mengambil langkah-langkah signifikan agar tetap bersaing di era blockchain selanjutnya.
Usulan RISC-V bukan hanya sekadar perbaikan teknis, tetapi merupakan langkah strategis untuk mempertahankan relevansi ETH di tengah persaingan inovasi dari beberapa rivalnya, seperti Solana dan BSC.
Buterin mengakui bahwa perubahan ini akan sulit. Meski begitu, ia memberikan beberapa kemungkinan untuk pelaksanaan, mulai dari mendukung dua mesin virtual secara bersamaan hingga konversi sepenuhnya EVM ke interpreter yang berbasis RISC-V.
Dengan beam chain yang bertujuan menyederhanakan lapisan konsensus, dan RISC-V yang disiapkan untuk mengoptimalkan lapisan eksekusi, Buterin berharap ekosistem Ethereum dapat menjadi lebih efisien, hemat biaya, dan siap untuk bersaing di masa mendatang.
Dilansir dari Pintu Market, harga Ethereum hari ini adalah Rp 30.033.294, dengan volume perdagangan Ethereum (ETH) mencapai US$7.161.188.119, yang mencerminkan kenaikan sebesar 6,70% dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Ethereum (ETH) pernah mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$4.878,26 dan terendah sepanjang sejarahnya di harga US$0,433. Saat ini, harganya berada 62,88% di bawah rekor tertinggi dan 418.104,03% di atas rekor terendahnya. Untuk Kapitalisasi pasar Ethereum (ETH) saat ini adalah US$218.256.757.208. Penghitungan kapitalisasi pasar dilakukan dengan mengalikan harga token dengan jumlah token ETH yang beredar saat ini, yang mencapai 120 juta token yang aktif diperdagangkan.
Estimasi valuasi terdilusi penuh (FDV) Ethereum (ETH) adalah sebesar US$218.256.757.208. Ini memberikan gambaran statistik mengenai nilai pasar maksimum jika semua 120 juta token ETH beredar sekaligus hari ini. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif. Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (RO/E-3)
Temukan alasan mengapa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset safe haven di tengah konflik Timur Tengah 2026. Analisis mobilitas dan keamanan digital.
Penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki kembali memicu debat panas dengan menyebut eskalasi perang sebagai katalis utama ledakan harga Bitcoin.
Lonjakan harga Bitcoin ke level US$72.000 bukan sekadar spekulasi, melainkan respons instan pasar terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang mengancam stabilitas ekonomi global.
Harga Bitcoin tembus US$72.927 di tengah eskalasi perang AS-Israel vs Iran. Simak analisis safe haven vs spekulasi dan dampaknya ke Rupiah.
Konflik AS-Israel vs Iran picu lonjakan harga emas ke USD5.100 dan volatilitas tinggi di pasar kripto. Simak strategi investasi aman dari Indodax di sini.
Panduan lengkap 11 mata uang kripto terpopuler 2026. Cek harga terbaru dalam Rupiah, keunggulan teknologi, hingga risiko investasi untuk portofolio Anda.
Dilansir dari Pintu Academy, tokenisasi adalah sebuah proses yang membuat hak kepemilikan terhadap suatu aset dapat direpresentasikan sebagai token dan disimpan di jaringan blockchain.
TRANSPARANSI anggaran daerah selalu menjadi isu sensitif sekaligus krusial dalam tata kelola pemerintahan.
INDUSTRI aset digital, kripto, dan teknologi blockchain berkomitmen untuk terus mendorong literasi agar masyarakat tidak mudah terjebak pada fenomena latah alias ikut-ikutan atau FOMO.
Integrasi ini memungkinkan pelanggan enterprise tidak hanya melihat ancaman siber, tetapi juga memahami risikonya dan mengambil langkah pencegahan lebih dini.
Bitcoin (BTC) adalah aset digital terdesentralisasi berbasis blockchain. Pelajari cara kerja, cara mendapatkan, serta risiko Bitcoin sebelum berinvestasi.
Dari sisi infrastruktur, prinsip blockchain digunakan untuk mencatat kontribusi setiap individu dalam sebuah proyek film secara transparan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved