Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2025, dibuka melemah hingga 52 poin atau 0,32% menjadi Rp16.330 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.278 per dolar AS. Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan pelemahan itu dipicu oleh perkembangan terbaru atas upaya pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dam Rusia terkait perang di Ukraina.
“Perkembangan terbaru pada pembicaraan damai AS dan Rusia, tapi Ukraina menolak untuk terlibat. Ini memberikan sentimen negatif untuk risk asset dan melemahkan nilai tukar rupiah hari ini,” ujar Ariston di Jakarta, Rabu (19/2).
Dalam sebuah laporan, disebutkan bahwa Pejabat senior pemerintah AS akan bertemu dengan para pejabat Rusia untuk membahas perdamaian Ukraina. Mereka yang akan mewakili AS di antaranya Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Utusan Khusus Timur Tengah Steve Witkoff akan menuju Arab Saudi untuk bertemu pejabat senior Rusia. Menurut sumber tersebut, pertemuan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya pada Rabu (12/2), Presiden AS Donald Trump mengatakan setuju untuk segera memulai perundingan yang mengakhiri perang selama tiga tahun di Ukraina, usai berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump juga membahas hal tersebut dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Namun, Zelenskyy pada Senin (17/2) mengatakan bahwa Kiev tidak akan ikut serta dalam pembicaraan AS-Rusia yang dijadwalkan pada Selasa (18/2) di Arab Saudi, dan tidak akan mengakui hasil apa pun terkait Ukraina. Dia menyatakan alasan Ukraina tidak ikut serta karena Moskow dan Washington fokus pada isu bilateral.
Selain itu, faktor pelemahan rupiah disebabkan kekhawatiran investor atas perang dagang yang masih membayangi pergerakan pasar. Indeks dolar AS pagi ini terlihat lebih tinggi sebesar 107,4 dibandingkan pagi sebelumnya, yakni 106,8.
“Potensi pelemahan rupiah ke arah Rp16.330, dengan potensi support di sekitar Rp16.230 hari ini,” tandas Ariston. (Ant/E-3)
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
KEPALA Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai peluang pembalikan tren pelemahan rupiah dalam jangka pendek hingga menengah masih terbuka.
Rupiah hari ini 20 Januari 2026 tertekan ke level Rp16.978 per Dolar AS. Cek kurs JISDOR dan harga jual dollar di BCA, Mandiri, BRI di sini.
Nilai tukar rupiah hari ini 14 Januari 2026 dibuka melemah ke level Rp16.875 per dolar AS. Simak data kurs JISDOR dan analisis penyebabnya di sini.
Nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah.
Nilai tukar rupiah hari ini, Kamis 8 Januari 2026, dibuka melemah di level Rp16.792 per dolar AS. Simak kurs dolar di BCA, Mandiri, dan BNI serta analisis pasar terkini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved