Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KECINTAAN pada aromaterapi membawa Jennifer Putri Leona menciptakan produk sendiri dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas. Setelah muncul keinginan tersebut, ia pun dikenalkan perihal pemberdayaan dari BRI oleh kenalannya yang lebih berpengalaman di dunia Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Sejak lama, saya memiliki ketertarikan pada aromaterapi, namun sering kali menemukan bahwa produk berkualitas memiliki harga yang cukup tinggi. Hal ini mendorong saya untuk menghadirkan pilihan yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas yang saya beri nama Balee Scent di tahun 2022,” ujar Leona melalui keterangan pers, Selasa (11/2).
Jennifer mengungkap adanya dukungan BRI memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnisnya. Pemberdayaan itu salah satunya terkait strategi penyelenggaraan event hingga berkesempatan tampil di ajang BRI UMKM Expo(RT) 2025. Saat ini, produk Balee Scents dijual dengan harga mulai dari Rp79.000 untuk lilin hingga Rp400.000 untuk hampers eksklusif dalam kemasan hardbox.
Ajang tersebut pun menjadi salah satu peluang besar bagi UMKM untuk lebih dikenal di tingkat global. Ia optimistis produk berbasis aromaterapi memiliki potensi kuat untuk bersaing dengan merek internasional. “Saya berharap produk UMKM kami bisa lebih dikenal di mancanegara, terutama karena terinspirasi dari Bali, seperti Seminyak, Ubud, dan Canggu. Saya ingin membawa produk ini agar bisa bersaing di pasar internasional," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto menegaskan BRI terus memperkuat ekosistem UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan global. Pihaknya paham untuk bisa bersaing di pasar internasional, UMKM juga butuh strategi pemasaran yang tepat dan memiliki akses ke jejaring bisnis global.
"BRI berkomitmen untuk memberikan dukungan menyeluruh bagi UMKM, baik dalam peningkatan kapasitas bisnis, penguatan daya saing, hingga bantuan perluasan pasar melalui berbagai inisiatif strategis,” ujar Amam.
Dari sisi kinerja usaha, Balee Scents mencatat pertumbuhan omzet yang signifikan setiap tahunnya. Musim penjualan seperti Lebaran dan Natal menjadi momen dengan permintaan tertinggi, Balee Scents pernah mencapai omzet hingga Rp100 juta dalam satu periode. Dengan adanya BRI UMKM EXPO(RT) 2025, diharapkan pencapaian ini dapat terus meningkat dengan memperluas pasar ke skala internasional.(Wnd/M-3)
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank BPD Bali I.
Pemerintah menegaskan terus mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama meningkatkan daya saing UMKM.
Kemenko PM kembali menggelar Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 pada 6–8 Maret di GBK Senayan, Jakarta.
mendukung gagasan agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dikembangkan dan dikuatkan untuk menghidupkan perekonomian rakyat yang riil.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
pentingnya memanfaatkan kekayaan warisan budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi lahirnya produk-produk kekayaan intelektual (KI) yang bernilai ekonomi tinggi.
Produk-produk ini telah dirancang untuk memenuhi standar kualitas tinggi, efisiensi operasional, dan kepatuhan terhadap regulasi nasional.
Presiden Indonesian Diaspora Network (IDN), Sulistyawan Wibisono menambahkan bahwa diaspora Indonesia sangat berperan penting sebagai pahlawan devisa negara.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto menyatakan bahwa meskipun aksi boikot bukan penyebab utama PHK, dampaknya tetap signifikan.
Sebuah studi menunjukkan bahwa 85% konsumen memutuskan membeli produk berdasarkan warna kemasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved