Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyebut pihaknya masih mengadopsi skema yang sama dalam penyaluran pembiayaan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan rendah (MBR).
Pada periode 1 Januari hingga 5 Februari 2025, sebanyak 12.277 akad kredit rumah subsidi telah dilakukan melalui kerja sama dengan 39 bank penyalur.
"Peran BP Tapera dalam sektor perumahan sangatlah krusial. Sebaran penyaluran FLPP tahun ini didominasi oleh 10 bank dengan capaian tertinggi," ungkap Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, Rabu (5/2).
Menurut dia, target penyaluran FLPP 2025 ditetapkan sebesar 220.000 unit rumah dengan skema pendanaan yang masih mengacu pada komposisi 75:25. Di mana BP Tapera menanggung 75% dari harga rumah dan sisanya dibiayai oleh bank penyalur.
Meski demikian, pemerintah tengah mempertimbangkan skema baru FLPP guna memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR.
“Pemerintah terus berupaya memperbaiki skema FLPP agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati fasilitas ini. Saat ini, proses pembahasan masih berlangsung bersama stakeholder perumahan, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Keuangan, BPKP, SMF, serta bank nasional. Dukungan kebijakan dari pemerintah juga menjadi faktor kunci dalam implementasi perubahan ini,” ungkap Heru.
Sementara menunggu pencairan DIPA 2025, BP Tapera masih memiliki saldo awal FLPP yang dapat digunakan untuk 7.000 unit rumah.
Oleh karena itu, BP Tapera menghimbau bank penyalur untuk segera merealisasikan akad kredit dengan memastikan ketersediaan rumah dalam kondisi ready stock.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi percepatan guna mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
Dalam kesempatan yang sama, Heru menegaskan pentingnya kualitas bangunan dalam program rumah subsidi. Ia mengingatkan bank penyalur untuk memastikan para pengembang memenuhi standar kelayakan yang telah ditetapkan.
“Tidak hanya kuantitas, kualitas rumah subsidi juga harus menjadi perhatian utama. Sesuai regulasi, pelaku pembangunan wajib menyediakan hunian yang layak sesuai standar yang diatur," tandas dia. (Z-10)
Menteri PKP Maruarar Sirait memastikan Meikarta jadi lokasi rusun subsidi. Konsep rusunami dan rusunawa disiapkan untuk atasi hunian perkotaan.
BTN mendominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2025.
Pemerintah menaikkan target penyaluran FLPP pada 2026 menjadi 285.000 unit rumah subsidi dengan kebutuhan dana mencapai Rp37,1 triliun.
Skema akad massal terbukti menjadi motor percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi rumah subsidi.
BP Tapera genjot strategi agresif dan kolaborasi lintas sektor untuk mengejar target 350 ribu rumah FLPP pada akhir 2025.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
FLPP tahun 2025 mencapai 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun. Ini menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah sejak program ini dimulai pada 2010.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai lebih dari 50% dari target 220.000 unit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved