Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA kolaborasi industri pertahanan yang tidak biasa antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA). Thirdeye Systems, yang mengembangkan sistem pengenalan elektro-optik untuk drone yang terintegrasi dengan kemampuan artificial intelligence (AI), Selasa (28/1), mengumumkan bahwa mereka menandatangani perjanjian dan mendirikan usaha patungan dengan Edge Group Abu Dhabi.
Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Edge akan menginvestasikan US$10 juta untuk 30% saham di perusahaan Israel tersebut dan akan menjadi pemegang saham terbesar Thirdeye. Kesepakatan tersebut akan memerlukan persetujuan dari Kementerian Pertahanan Israel.
Kapitalisasi pasar Thirdeye sebesar US$23,3 juta. Kesepakatan tersebut mencerminkan valuasi sebesar US$31,1 juta dengan premi 25%. Namun, perlu diingat bahwa ini saham yang kecil dan sangat fluktuatif. Misalnya, setelah pecahnya perang, nilai saham tersebut naik tiga kali lipat dalam waktu enam bulan, tetapi sejak puncaknya pada Mei 2024, nilainya telah anjlok 50%.
Selain itu, para pihak akan mendirikan usaha patungan. Edge berjanji untuk menginvestasikan US$12 juta. Edge akan memegang 51% saham perusahaan patungan tersebut, Thirdeye akan memegang 43%, dan pihak ketiga akan memegang 6%.
Menurut Thirdeye, perusahaan patungan tersebut akan terlibat dalam pengembangan, komersialisasi, dan pemasaran sistem identifikasi elektro-optik, dengan fokus pada wilayah tertentu di seluruh dunia.
Edge adalah grup teknologi dan pertahanan UEA yang didirikan pada 2019 yang menyatukan lebih dari 25 perusahaan yang mengkhususkan diri dalam solusi militer dan sipil serta memiliki lebih dari 12.000 karyawan. Perusahaan tersebut beroperasi di 140 negara dan daftar pesanannya mencapai $12,8 miliar.
Grup tersebut mengembangkan teknologi canggih, termasuk sistem tanpa awak, peperangan elektronik, keamanan siber, sistem udara, darat, dan laut, serta sistem senjata presisi. Grup tersebut bertujuan menyediakan solusi inovatif dan cepat untuk pasar pertahanan dan sipil, sembari berkolaborasi dengan mitra internasional dan mengadopsi teknologi canggih seperti otonomi, robotika, dan material pintar.
Thirdeye didirikan pada 2010 dan melakukan IPO pada 2021. Perusahaan ini mengembangkan solusi berbasis AI canggih untuk sistem optik dan peralatan otonom dengan penekanan pada keamanan dan pertahanan. Perusahaan ini mengkhususkan diri dalam aplikasi AI edge, menyediakan teknologi pemrosesan gambar real-time untuk pengawasan dan kontrol dalam kondisi yang menantang. Selama tiga tahun terakhir, harga saham perusahaan telah naik 10,8%, tetapi dalam tiga bulan terakhir telah turun 38,1%.
Solusi perusahaan memberikan respons cepat terhadap ancaman yang berubah, termasuk perlindungan terhadap pesawat nirawak, sesuatu yang jelas tidak dipersiapkan Israel dalam perang. Produk Thirdeye dirancang agar dapat bergerak dan beroperasi 24/7, sekaligus memberikan respons optimal terhadap unit operasional di lapangan. Solusi tersebut berfokus pada penggabungan AI dengan sistem kontrol pertahanan dan keamanan.
Thirdeye mengirimkan sistem Ghost Soldier pertama. Namun, hasil perusahaan tersebut jauh dari kata positif. Meskipun terjadi lonjakan pendapatan yang signifikan sebesar 71%, penjualan hanya mencapai The new Israeli shekel atau NIS9,8 juta pada paruh pertama 2024. Laba kotor hanya melonjak sebesar 41% menjadi NIS3,8 juta dengan kerugian operasional sebesar NIS902.000 pada paruh pertama tahun ini. Lonjakan biaya pembiayaan justru memperdalam kerugian bersihnya sebesar 26% menjadi NIS3,2 juta.
Selain itu, perusahaan mencatat arus kas negatif dari aktivitas operasional sebesar NIS3,2 juta dan hanya memiliki kas sebesar NIS7,1 juta pada 30 Juni 2024, terutama karena pinjaman dari investor. Total aset perusahaan pada pertengahan tahun hanya sebesar NIS22,4 juta.
Presiden dan CFO EDGE Group Rodrigo Torres mengatakan, "Transaksi ini mencerminkan kepercayaan kami pada solusi Thirdeye Systems, yang menyediakan lapisan perlindungan penting dalam deteksi kendaraan udara nirawak. Kami yakin kolaborasi ini akan menguntungkan kedua belah pihak dan mempercepat pengembangan produk baru untuk meningkatkan kemampuan identifikasi dalam peperangan modern yang terus berkembang."
CEO Thirdeye Systems Lior Segal menambahkan, "Kami gembira dapat berkolaborasi dengan EDGE Group, pemimpin global dalam teknologi pertahanan yang telah menyatakan kepercayaannya pada perusahaan kami. Kemitraan teknologi dan keamanan ini mengirimkan pesan yang kuat tentang kemampuan produk berbasis AI kami dan kontribusinya terhadap keamanan nasional. Menyelaraskan upaya dengan perusahaan sekelas EDGE menghadirkan peluang penting untuk memajukan solusi teknologi inovatif. Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan Thirdeye Systems dan memperkuat posisi kami sebagai pemimpin dalam sistem deteksi elektro-optik internasional. Bermitra dengan pemasok yang diakui secara global seperti EDGE akan membantu kami memamerkan keunggulan teknologi Thirdeye Systems dan semakin memperluas jejak kami di pasar internasional tambahan." (en.globes.co.il/Z-2)
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Joint Venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability TNI.
Dia mengatakan industri pertahanan dalam negeri, misalnya PT Pindad, saat ini mampu memproduksi peluru-peluru kaliber kecil misalnya yang berukuran 5,56 mm dan 7,62 mm.
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved