Headline
Lashing kendaraan di atas kapal sudah diatur oleh pemerintah.
Lashing kendaraan di atas kapal sudah diatur oleh pemerintah.
KEMUNCULAN startup generative aritificial intelligence (gen AI) DeepSeek asal Tiongkok menyebabkan sejumlah orang kaya ternama mengalami kerugian besar. DeepSeek mengguncang pasar saham Amerika Serikat dan menjadikan Nvidia, pemimpin AI asal Amerika, menjadi perusahaan yang paling terdampak.
Saham Nvidia anjlok hingga 17%, menyebabkan kapitalisasi pasar perusahaan menyusut sebesar Rp 9.424 triliun (USD 589 miliar). Kerugian ini tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut.
CEO Nvidia sekaligus pemegang saham terbesarnya, Jensen Huang, kehilangan kekayaan sebesar Rp 332,8 triliun (USD 20,8 miliar).
Kekayaan bersihnya turun dari Rp 1.990,4 triliun (USD 124,4 miliar) menjadi Rp 1.659,2 triliun (USD 103,7 miliar), menjatuhkannya dari peringkat ke-10 ke peringkat ke-17 dalam daftar miliarder real-time Forbes.
Mengutip Forbes pada Selasa (28/1/2025), Huang kini berada di bawah taipan mode Spanyol Amancio Ortega, ahli waris Walmart (Rob Walton, Jim Walton, dan Alice Walton), serta nama-nama besar lainnya seperti Bill Gates, CEO Dell Michael Dell, dan mantan wali kota New York Michael Bloomberg.
Kerugian besar juga dialami Larry Ellison, pendiri dan CEO Oracle, yang kehilangan Rp 441,6 triliun (USD 27,6 miliar) setelah saham Oracle turun 14%.
Ellison tergeser dari posisi ketiga ke posisi kelima dalam daftar orang terkaya dunia, di bawah CEO Meta Mark Zuckerberg dan bos LVMH Bernard Arnault.
DeepSeek berhasil mengguncang pasar dengan mengembangkan model bahasa besar (large language model) yang jauh lebih murah dibandingkan pesaing Amerika seperti ChatGPT dari OpenAI.
Hal ini memicu kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar mungkin harus mengurangi investasi besar-besaran pada teknologi AI generatif.
ironisnya, di tengah penurunan saham teknologi Amerika, Apple justru mencatat kenaikan saham lebih dari 3%. Analis percaya kenaikan ini terjadi karena investasi Apple di bidang AI tidak sebesar perusahaan teknologi lainnya.
Kenaikan saham Apple juga menguntungkan Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik Warren Buffett, yang memiliki kepemilikan signifikan di Apple.
Buffett menjadi miliarder Amerika yang paling untung hari itu, dengan tambahan kekayaan sebesar Rp 36,8 triliun (USD 2,3 miliar).
CEO Apple, Tim Cook, menambah kekayaannya sebesar Rp 368 miliar (USD 23 juta), sementara Laurene Powell Jobs, janda pendiri Apple Steve Jobs, memperoleh tambahan Rp 4,6 triliun (USD 289 juta).
Pasar saham Amerika secara keseluruhan melemah pada hari tersebut, dengan indeks S&P 500 turun 1,5% dan Nasdaq yang sarat teknologi anjlok 3,1%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh merosotnya saham Nvidia dan perusahaan teknologi besar lainnya.
DeepSeek, yang hanya membutuhkan perangkat keras Nvidia senilai Rp 89,6 miliar (USD 5,6 juta) untuk melatih model AI-nya, telah membuka peluang pengembangan AI canggih dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Faktor ini yang menjadikan DeepSeek sebagai penantang serius atas Nvidia yang sebelumnya sangat mendominasi perkembangan gen AI di Amerika Serikat.
DeepSeek menunjukkan bahwa Tiongkok mampu bersaing dalam perkembangan AI dan gen AI. Keberadaan DeepSeek juga memunculkan pertanyaan apakah perusahaan teknologi besar di Amerika overvalued. (H-2)
STARTUP Tiongkok DeepSeek menyalip pesaing Barat ChatGPT pada 27 Januari untuk menjadi aplikasi gratis berperingkat teratas di App Store Apple di AS.
Dengan pendekatan yang inovatif, DeepSeek memperkenalkan cara baru dalam pengembangan AI yang tidak hanya efisien, tetapi juga dapat diakses oleh semua kalangan.
Mengenal Sosok Liang Wenfeng: Otak Brilian di Balik DeepSeek AI
Saham Nvidia (NVDA) naik sebanyak 2.6% sebelum pasar pada hari Selasa (28/1) setelah sebelumnya mengalami kerugian sebesar $600 miliar akibat harga saham anjlok.
DeepSeek AI adalah perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang berbasis di Tiongkok. Didirikan pada tahun 2023 di Hangzhou, Zhejiang, DeepSeek merupakan anak usaha dari High-Flyer
NVIDIA GPU Technology Conference (GTC) 2025 pada 17-21 Maret 2025 di AS memperkenalkan solusi AI yang dikembangkan menggunakan GPU Merdeka.
PERUSAHAAN kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, DeepSeek, dikabarkan akan mengalami pembatasan oleh pemerintahan Amerika Serikat.
SEMESTA AI berupaya memberdayakan startup untuk mempercepat inovasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang berdampak luas bagi industri nasional.
Boeing dikatakan sudah menyiapkan pendanaan untuk hal ini. Bahkan mereka siap memberikan beasiswa untuk meningkatkan minat talenta sumber daya manusia di Indonesia
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved