Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusan terbaru terkait penjualan chip kecerdasan buatan (AI) ke Tiongkok. Dalam pernyataannya pada Senin, Trump menyatakan pemerintah AS akan mengizinkan Nvidia untuk menjual chip H200 kepada “pelanggan yang disetujui” di Tiongkok.
“Kami akan melindungi Keamanan Nasional, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat Amerika, dan mempertahankan keunggulan Amerika dalam AI,” ujar Trump melalui media sosial.
Keputusan tersebut juga akan berlaku bagi perusahaan chip AS lainnya, termasuk AMD. Langkah ini muncul setelah upaya lobi intensif dari CEO Nvidia Jensen Huang, yang pekan lalu berkunjung ke Washington untuk menggalang dukungan.
Nvidia, yang saat ini menjadi perusahaan chip sekaligus perusahaan publik paling bernilai di dunia, berada di tengah persaingan geopolitik antara AS dan Tiongkok. Sebelumnya, perusahaan itu dilarang menjual chip-chip AI tercanggihnya ke Beijing.
Trump sempat mencabut larangan tersebut pada Juli, namun memberlakukan syarat bahwa Nvidia harus membayar 15% dari pendapatan pasarnya di Tiongkok kepada pemerintah AS. Setelah itu, Beijing dilaporkan memerintahkan perusahaan teknologi domestik untuk berhenti membeli chip Nvidia yang khusus diproduksi untuk pasar Tiongkok.
Dalam pernyataan yang diberikan kepada BBC News, Nvidia menyambut keputusan terbaru pemerintah AS. “Kami mengapresiasi keputusan Presiden Trump untuk memungkinkan industri chip Amerika bersaing demi mendukung pekerjaan bergaji tinggi dan manufaktur di Amerika,” kata Nvidia.
Jensen Huang sebelumnya mengatakan kepada BBC, AS perlu “memastikan bahwa teknologi ini dapat diakses oleh orang-orang di seluruh dunia, termasuk Tiongkok.” Ia juga beberapa kali memperingatkan Tiongkok hanya selangkah di belakang AS.
Nvidia menyebut keputusan pemerintah AS sebagai langkah yang “menawarkan keseimbangan yang bijaksana.” “Penyediaan H200 kepada pelanggan komersial yang telah diverifikasi oleh Departemen Perdagangan adalah keseimbangan yang baik bagi Amerika,” kata perusahaan itu.
Saham Nvidia tercatat naik tipis setelah pengumuman tersebut. Dalam unggahannya, Trump juga menyebut “US$25% [sic] akan dibayarkan kepada Amerika Serikat,” meski detailnya masih menunggu klarifikasi dari Gedung Putih. Kebijakan ini diperkirakan akan menuai kritik dari kelompok keamanan nasional di Kongres.
Para peneliti di Center for Security and Emerging Technology (CSET) Georgetown University sebelumnya menyatakan Tentara Pembebasan Rakyat China telah menggunakan chip-chip canggih buatan perusahaan AS untuk mengembangkan kemampuan militer berbasis AI.
“Dengan membuat akses Tiongkok terhadap chip AI berkualitas tinggi menjadi lebih mudah, Anda juga memudahkan mereka menggunakan dan menerapkan sistem AI untuk aplikasi militer,” ujar Cole McFaul, analis riset senior di CSET. “Mereka ingin memanfaatkan chip canggih untuk keunggulan di medan perang.” (BBC/Z-2)
Departemen Perdagangan AS resmi mengizinkan Nvidia menjual chip AI H200 ke Tiongkok dengan syarat tertentu. Presiden Trump terapkan biaya 25% bagi pembeli.
Sistem Alpamayo, akan mampu mendeteksi berbagai jenis objek yang ada di seluruh sisi mobil, termasuk lampu lalu lintas hingga objek manusia yang menyeberang jalan.
Bos Nvidia, Jensen Huang, meluncurkan platform Alpamayo di CES 2026. Berkolaborasi dengan Mercedes-Benz, Nvidia siap hadirkan mobil tanpa pengemudi tahun ini.
CEO Nvidia Jensen Huang menerima surat pribadi dari Raja Charles III berisi pidato tentang pentingnya keamanan AI.
Nvidia mengumumkan akan melakukan investasi ekuitas pada perusahaan ponsel Nokia. Nvidia bakal melakukan investasi sebesar USD 1 Miliar (sekitar Rp16,5 Triliun).
Departemen Perdagangan AS resmi mengizinkan Nvidia menjual chip AI H200 ke Tiongkok dengan syarat tertentu. Presiden Trump terapkan biaya 25% bagi pembeli.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved