Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Nvidia Resmi Diizinkan Jual Chip AI H200 ke Tiongkok

Thalatie K Yani
14/1/2026 10:39
Nvidia Resmi Diizinkan Jual Chip AI H200 ke Tiongkok
CEO Nvidia Jensen Huang(Nvidia)

PEMERINTAH Amerika Serikat akhirnya memberikan lampu hijau kepada raksasa cip Nvidia untuk menjual prosesor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) canggihnya ke pasar Tiongkok. Departemen Perdagangan AS mengumumkan pelonggaran ini pada Selasa waktu setempat, menandai babak baru dalam kompetisi teknologi global.

Izin ekspor ini secara khusus berlaku untuk Nvidia H200, semikonduktor tercanggih kedua milik perusahaan tersebut. Sebelumnya, Washington membatasi ketat distribusi cip ini karena kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat memberikan keunggulan bagi industri teknologi dan militer Tiongkok atas Amerika Serikat.

Syarat Ketat dan Biaya 25%

Meski izin telah diberikan, Departemen Perdagangan AS menetapkan syarat bahwa pengiriman ke Tiongkok hanya boleh dilakukan jika pasokan prosesor di dalam negeri AS sudah mencukupi.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden Donald Trump bulan lalu. Trump menyatakan akan mengizinkan penjualan cip kepada "pelanggan yang disetujui" di Tiongkok, namun dengan syarat tambahan berupa pemungutan biaya sebesar 25% dari transaksi tersebut.

Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan menjelaskan bahwa revisi kebijakan ekspor ini mencakup cip H200 serta prosesor lain yang spesifikasinya berada di bawahnya. Namun, cip Blackwell tetap dilarang keras untuk dijual ke Tiongkok. Cip Blackwell ialah generasi terbaru Nvidia yang dianggap sebagai semikonduktor AI paling canggih di dunia saat ini.

Tarik Ulur Geopolitik dan Boikot Beijing

Nvidia telah lama terjebak dalam pusaran persaingan geopolitik antara AS dan Tiongkok. Pada Juli lalu, Trump sempat membatalkan pembatasan penjualan cip, namun ia menuntut agar Nvidia memberikan sebagian keuntungan dari pasar Tiongkok kepada pemerintah AS.

Menanggapi tekanan tersebut, Beijing dilaporkan memerintahkan perusahaan teknologi domestiknya untuk memboikot cip Nvidia dan memprioritaskan semikonduktor buatan dalam negeri. Langkah ini dirancang untuk memperkuat industri teknologi mandiri Tiongkok, meskipun para ahli menilai kualitas cip domestik Tiongkok masih tertinggal jauh dari buatan AS.

Lobi Jensen Huang dan Keamanan Nasional

Sepanjang tahun 2025, CEO Nvidia Jensen Huang secara konsisten melobi Washington agar mengizinkan penjualan cip bertenaga tinggi miliknya ke Tiongkok. Huang berargumen bahwa akses ke pasar global sangat penting bagi daya saing Amerika Serikat.

Di sisi lain, perdebatan internal di AS masih terus berlanjut. Sejumlah pejabat menyatakan kekhawatiran bahwa masuknya cip ini akan memperkuat kemampuan militer Beijing dan menghambat kemajuan Amerika dalam pengembangan AI di masa depan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Nvidia belum memberikan komentar resmi terkait keputusan terbaru ini. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya