Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Saham Nvidia Turun, Jensen Huang Klarifikasi Investasi Rp1.500 Triliun ke OpenAI

Thalatie K Yani
03/2/2026 09:45
Saham Nvidia Turun, Jensen Huang Klarifikasi Investasi Rp1.500 Triliun ke OpenAI
CEO Nvidia, Jensen Huang(Nvidia)

SAHAM raksasa produsen cip, Nvidia, mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan Senin (2/2) menyusul laporan mengenai tersendatnya rencana investasi senilai US$100 miliar (sekitar Rp1.570 triliun) ke OpenAI. Hingga pukul 11:18 pagi waktu setempat, saham Nvidia terpantau melemah 1,1%.

Ketidakpastian ini mencuat setelah Wall Street Journal melaporkan adanya keraguan di internal perusahaan mengenai kesepakatan tersebut. Sebelumnya, pada September lalu, Nvidia telah mengumumkan perjanjian untuk membangun daya komputasi minimal 10 gigawatt bagi OpenAI, dibarengi komitmen investasi hingga $100 miliar.

Kritik dan Bantahan Jensen Huang

Laporan menyebutkan CEO Nvidia, Jensen Huang, sempat mengutarakan kepada rekan industrinya pada akhir tahun lalu komitmen tersebut bersifat tidak mengikat dan belum final. Huang dikabarkan mengkritik kurangnya disiplin dalam strategi bisnis OpenAI serta mencemaskan persaingan dari rival seperti Google (Alphabet) dan Anthropic.

Namun, selama akhir pekan kemarin, Huang membantah keras klaim ketidaksukaannya terhadap OpenAI dan menyebut isu tersebut sebagai "omong kosong". Meski demikian, ia menegaskan kembali bahwa total investasi tersebut tidak akan melebihi angka US$100 miliar.

"Kami akan melakukan investasi besar di OpenAI. Saya percaya pada OpenAI, pekerjaan yang mereka lakukan luar biasa, mereka adalah salah satu perusahaan paling konsekuensial di zaman kita, dan saya sangat senang bekerja dengan Sam (Altman)," ujar Huang.

Ia menambahkan Sam Altman saat ini tengah dalam proses menutup putaran pendanaan tersebut. "Kami pasti akan terlibat. Kami akan menginvestasikan dana yang sangat besar, mungkin investasi terbesar yang pernah kami lakukan," imbuhnya kepada Bloomberg.

Fenomena 'Circular Financing' dalam Industri AI

Sarah Kunst, direktur pelaksana di Cleo Capital, menilai pasar merasa cemas karena Huang tidak memberikan angka pasti. Perdebatan publik antara investor dan perusahaan rintisan (startup) seperti ini dinilai tidak biasa.

Analis dari Wedbush, Dan Ives, melihat ketidakpastian ini dipicu oleh kekhawatiran seputar praktik circular financing di industri AI. Istilah ini merujuk pada perusahaan AI besar yang saling berinvestasi satu sama lain, sebuah praktik yang dikhawatirkan mengaburkan gambaran profitabilitas asli perusahaan-perusahaan tersebut.

"Ini adalah bagian dari negosiasi dan langkah Nvidia untuk memastikan kompetitor lain, seperti Alphabet dan lainnya, tidak ikut diuntungkan oleh investasi Nvidia ke OpenAI," tulis Ives dalam catatannya.

Ives meyakini bahwa pada akhirnya Nvidia akan tetap menanamkan modal dalam jumlah besar mendekati kisaran US$100 miliar. Langkah ini diharapkan dapat mematahkan narasi pesimistis para skeptis mengenai OpenAI yang dianggap "terlalu besar untuk gagal" (too big to fail). (CNBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya