Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
OPENAI dikabarkan tengah bersiap untuk melakukan ekspansi besar ke pasar perangkat konsumen. Mereka mengembangkan sebuah smart speaker atau speaker pintar yang canggih.
Berdasarkan laporan terbaru dari The Information, perangkat ini diprediksi akan menjadi penantang serius bagi dominasi Amazon Echo dan Google Home di ruang keluarga. Perangkat ini diperkirakan akan dibanderol dengan harga antara US$200 hingga US$300, atau sekitar Rp3,3 juta hingga Rp5 juta, dan dijadwalkan mulai menyapa pasar paling cepat pada awal tahun 2027.
Berbeda dengan speaker pintar konvensional yang hanya mengandalkan suara, perangkat besutan OpenAI ini akan dilengkapi dengan kamera terintegrasi yang mampu melakukan pengenalan wajah serta identifikasi objek secara real-time. Kemampuan visual ini memungkinkan perangkat untuk memahami konteks lingkungan secara mendalam, mulai dari mengenali benda di atas meja hingga mengidentifikasi siapa yang sedang berbicara.
Dengan teknologi canggih ini, speaker tersebut dirancang untuk melampaui fungsi asisten standar, ia dapat memberikan saran personal yang proaktif berdasarkan jadwal dan kondisi pengguna. Sebagai contoh, AI ini bisa menyarankan Anda untuk segera beristirahat lebih awal jika mendeteksi adanya agenda besar di pagi hari berikutnya, menjadikannya asisten rumah tangga yang benar-benar intuitif. Speaker ini dijadwalkan akan mulai menyapa pasar paling cepat pada awal tahun 2027.
Keseriusan OpenAI dalam menggarap lini perangkat keras ini dibuktikan dengan keterlibatan desainer legendaris eks-Apple, Jony Ive. Ive kini memimpin pengembangan produk setelah OpenAI mengakuisisi startup miliknya, io Products, senilai US$6,5 miliar atau setara dengan Rp109,5 triliun pada 2025.
Ive dianggap bertanggung jawab besar atas estetika desain Apple. Pasalnya Ive terlibat dalam mendesain hampir setiap perangkat utama Apple sejak bergabung dengan perusahaan tersebut pada tahun 90-an sebelum kepergiannya tahun 2019.
Dengan dukungan lebih dari 200 karyawan di divisi perangkat keras, salah satu fitur unggulan yang sedang dikembangkan adalah sistem pemindaian wajah serupa Face ID milik Apple. Fitur ini tidak hanya berfungsi untuk mengenali siapa yang sedang berinteraksi dengan perangkat, tetapi juga sebagai alat otentikasi biometrik untuk memverifikasi pembelian atau transaksi digital secara aman langsung melalui unit speaker tersebut.
Di samping speaker pintar, OpenAI juga dilaporkan tengah bereksperimen dengan prototipe kacamata pintar yang diprediksi rilis pada 2028, serta lampu pintar yang sepenuhnya ditenagai AI. Namun, kehadiran kamera dan mikrofon yang selalu aktif ini memicu kekhawatiran besar terkait privasi, sehingga OpenAI dituntut untuk memberikan transparansi penuh mengenai pengelolaan data guna meyakinkan konsumen yang mungkin enggan membeli produk seharga jutaan rupiah yang terus-menerus memantau lingkungan sekitar mereka. (Engadget/Gizchina/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved