Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kapitalisasi pasar modal (market cap) senilai Rp12.264 triliun per 27 Desember 2024. Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pasar modal Indonesia tercatat senilai Rp12,triliun pada tahun 2024, atau meningkat 19,6% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan Rp10,75 triliun pada 2023.
"Rata-rata transaksi kita tumbuh hampir 20% ke Rp12,85 triliun per hari. Surat utang kita transaksi per harinya Rp1,04 triliun. Nonsaham kita sudah Rp4,38 triliun, di dalam nonsaham ini ada Single Stock Futures (SSF) yang kita launching di November 2024 transaksi sudah Rp1,1 miliar," ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Konferensi Pers Peresmian Penutupan Perdagangan BEI di Jakarta, Senin (30/12).
Sementara itu, RNTH untuk Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) tercatat Rp1,04 triliun pada tahun 2024, atau meningkat 51,9% (yoy) dibandingkan dengan Rp686 miliar pada tahun 2023.
Kemudian, total nilai transaksi nonsaham (rights, warrant, sructured warrant/SW), SSF, Kontrak Investasi Kolektif/KIK), dan derivatif) tercatat Rp4,38 triliun per 27 Desember 2024.
Untuk produk derivatif baru yaitu Bursa Karbon tercatat total transaksi karbon Rp19,73 miliar per 27 Desember 2024.
Terkait dengan pencatatan saham baru atau aksi Initial Public Offering (IPO), sebanyak 41 perusahaan telah mencatatkan saham perdana di BEI dengan dana terhimpun mencapai Rp14,35 triliun, dengan pipeline 41 perusahaan yang masih mengantre.
Dengan demikian, saat ini total perusahaan yang tercatat di pasar modal sebanyak 943 perusahaan.
Lebih lanjut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) di posisi 7.905 pada 19 September 2024.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat menyampaikan, total investor pasar modal Indonesia mencapai 14,84 juta Single Investor Identification (SID) per 27 Desember 2024, atau meningkat dibandingkan sebanyak 12,16 juta SID pada akhir tahun 2023.
Khusus untuk investor saham, terdapat peningkatan sebanyak 1 juta SID dibandingkan dengan akhir tahun 2023, menjadi 6,37 juta SID pada akhir tahun 2024.
"Dari sisi partisipasi investor, rata-rata investor yang aktif bertransaksi per 24 Desember 2024 mencapai 147 ribu per hari," ujarnya.
Dari jumlah kepemilikan investor, porsi transaksi investor ritel masih stabil, yaitu sebesar 32,8%, namun terlihat peningkatan pada porsi transaksi investor institusi asing dengan porsi transaksi mencapai lebih dari 36,6% dari total RNTH per November 2024. (Ant/E-2)
Ade Safri menyebut penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti yang terkait dengan penawaran umum perdana atau IPO sebuah saham.
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong PT Bank Jakarta untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang yang cukup besar ke depan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA; “Superbank”), bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS, hari ini resmi mencatatkan saham perdananya.
Untuk proyeksi RNTH tahun 2026 dibuat dengan pendekatan konservatif.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved