Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN RI Prabowo Subianto mengunjungi modeling kawasan tambak budi daya ikan nila salin (BINS) milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Karawang, Jawa Barat, Senin (2/12). Dari pantauan Media Indonesia, Prabowo dan rombongan datang sekitar pukul 09.08 WIB di lokasi tambak. Turut hadir mendampingi Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, dan Seskab Mayor Teddy Indra Wijaya.
Adapun kunjungan Prabowo dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta Program Prioritas Makan Bergizi Gratis. Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Trenggono meninjau langsung peningkatan produktivitas perikanan melalui program modeling budi daya ikan nila salin yang dilakukan pada lahan tambak idle yang telah direvitalisasi.
Tak hanya itu, Prabowo juga meninjau sarana dan prasarana Tambak BINS Karawang serta proses budi daya ikan nila salin mulai dari pemijahan, pendederan, pembesaran, hingga panen. Prabowo dan Trenggono juga menebar benih ikan nila salin pada siklus kedua. Penebaran benih siklus kedua telah dilakukan secara bertahap sejak bulan September lalu.
Hasil penebaran siklus pertama sendiri telah dilakukan panen pada bulan Mei lalu, yang turut dihadiri langsung oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Adapun Modeling Tambak BINS Karawang dibangun sebagai langkah awal dalam pelaksanaan program Revitalisasi Tambak Pantai Utara Jawa (Pantura). KKP sendiri akan merevitalisasi 78 ribu hektare tambak kurang produktif di empat Provinsi mulai dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur.
Revitalisasi akan dimulai pada tahun 2025 dan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2029. Salah satu komoditas yang akan dibudidayakan adalah Ikan Nila Salin. Fasilitas yang dibangun untuk mendukung Modeling Tambak BINS Karawang terdiri dari petak pemeliharaan yang dilengkapi dengan e-feeder serta monitoring IoT untuk mengukur salinitas, suhu, DO, pH dan amoniak.
Selain itu dibangun juga prasarana pendukung seperti kantor utama dan ruang kontrol, petak pemeliharaan (kolam induk, kolam pendederan, dan kolam pembesaran), ruang jaga tambak, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ruang genset, mini laboratorium, gudang pakan, gudang peralatan, dan bangsal panen.
Ikan Nila menjadi salah satu komoditas perikanan budidaya prioritas nasional yang dikembangkan, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk mencukupi kebutuhan pasar, baik dalam maupun luar negeri, dan mendukung program ketahanan pangan Nasional. (Ykb/I-2)
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memetakan 200 titik calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima provinsi wilayah Papua.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono unggah video polemik anggaran kapal. Purbaya akui mungkin salah data. Ini respons lengkapnya.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuding Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum mengoptimalkan alokasi anggaran untuk pembelian kapal.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
KKP memastikan ketersediaan ikan hasil budi daya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Ia menegaskan akan meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak berulang dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas nelayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved