Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM sekaligus politikus Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi (ARF), memberikan tanggapan positif terkait rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk merombak Kementerian BUMN. Rencana tersebut sebelumnya disampaikan oleh Dewan Penasehat Presiden Terpilih, Burhanuddin Abdullah.
Namun, ia menegaskan bahwa dalam proses perombakan ini, dua hal penting perlu menjadi perhatian: keseimbangan antara fungsi BUMN sebagai pelaksana Public Service Obligation (PSO) dan sebagai entitas bisnis yang berorientasi pada profit.
"Dualisme peran ini menjadi tantangan utama karena BUMN dituntut untuk berperan dalam kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan finansialnya dengan menghasilkan keuntungan," ungkap ARF, Kamis (26/9).
Baca juga : BRI Catat Setoran ke Kas Negara Capai Rp192,06 Triliun sejak 2019
Menurut ekonom asal Universitas Hasanuddin ini, sejarah pembentukan BUMN di Indonesia sangat erat kaitannya dengan fungsi negara dalam mensejahterakan rakyat. Sejak era Presiden Soekarno, BUMN didirikan sebagai agen pembangunan nasional untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti energi, transportasi, dan layanan keuangan. Beberapa BUMN strategis, seperti PLN, PT Kereta Api Indonesia, BNI, Pertamina, dan PELNI, dibentuk untuk memastikan distribusi layanan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Pada masa Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, meskipun BUMN tetap berfungsi sebagai agen pembangunan, fokus perlahan beralih ke aspek profesionalisme dan profitabilitas. Peningkatan efisiensi serta daya saing mulai menjadi perhatian, meskipun BUMN tetap dibebani tugas PSO di sektor-sektor penting, seperti energi, infrastruktur, dan transportasi.
"Namun, hingga saat ini, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menyeimbangkan antara fungsi PSO dan tuntutan pasar. PSO sering kali membuat BUMN harus memberikan layanan dengan margin keuntungan rendah, sementara mereka tetap harus bersaing dengan perusahaan swasta yang fokus pada keuntungan," jelas Tenaga Ahli Fraksi Partai Golkar ini.
Baca juga : Erick Thohir Bawa BUMN Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional
Abdul Rahman menambahkan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh tim ekonomi Prabowo harus mempertimbangkan bahwa BUMN yang berfokus pada PSO perlu diarahkan pada transformasi yang menyangkut efisiensi biaya dan peningkatan layanan publik. Menurutnya, BUMN dengan fungsi PSO tidak seharusnya diberi target untuk mengejar keuntungan karena hal ini berisiko mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat.
"Yang lebih penting adalah modernisasi layanan BUMN PSO yang lebih cepat dan mudah diakses dibandingkan layanan instansi pemerintah. Selain itu, badan baru yang dibentuk untuk membina BUMN perlu memiliki kemampuan untuk memetakan pemisahan yang lebih jelas antara fungsi PSO dan bisnis komersial," tegasnya.
ARF optimistis dengan kebijakan yang tepat, BUMN Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus melaksanakan PSO secara optimal. Menurutnya, tantangan terbesar ke depan adalah menciptakan keseimbangan ideal antara profitabilitas dan peran sosial, sehingga BUMN tetap bisa bersaing di pasar global sembari menjalankan mandatnya untuk melayani masyarakat.
"Keseimbangan antara peran sosial dan bisnis inilah yang menjadi kunci sukses transformasi BUMN ke depan," tutupnya. (Nov)
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan peradilan militer bukan ruang impunitas dalam sidang uji materi UU Peradilan Militer di Mahkamah Konstitusi.
FPIR mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang bertujuan memecah belah solidaritas antarlembaga keamanan
Gallup 2025 memberi skor 89 (Law and Order Index), peringkat 19 bagi Indonesia dari 144 negara.
Hasil kesepakatan yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Senator asal Bengkulu ini menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi.
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaianĀ return on assetsĀ (ROA) lebih dari 300%.
Lili mengatakan publik berharap pertemuan para menteri tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved