Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Jangan Khawatir, Purbaya Yakin Defisit APBN Terjaga Hingga Akhir Tahun 2026

Cahya Mulyana
31/3/2026 23:04
Jangan Khawatir, Purbaya Yakin Defisit APBN Terjaga Hingga Akhir Tahun 2026
Menkeu Purbaya.(MI/Naufal Zuhdi)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali hingga akhir tahun.

Purbaya dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa, mengatakan pengelolaan anggaran terus dijaga berkesinambungan, sehingga APBN tetap mempunyai ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia.

“Hitungan kita sekarang US$100 rata-rata sampai akhir tahun pun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” ujar Purbaya.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi pelebaran defisit APBN.

“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggaran morat-marit. Kami kendalikan dengan baik semuanya dan sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” kata Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah memaparkan sejumlah skenario dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN.

Pada skenario pertama, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) diperkirakan berada di kisaran US$86 per barel, dengan nilai tukar rupiah sekitar Rp17.000 per dolar AS, lebih lemah dari asumsi APBN sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Dengan pertumbuhan ekonomi 5,3% dan imbal hasil surat berharga negara sekitar 6,8%, defisit APBN diperkirakan mencapai 3,18%.

Dalam skenario moderat, harga minyak diproyeksikan sekitar 97 dolar AS per barel dengan nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.300 per dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,2% dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 7,2%, sehingga defisit berpotensi meningkat menjadi 3,53%.

Adapun pada skenario pesimistis, harga minyak diperkirakan mencapai US$115 per barel, dengan nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.500 per dolar AS.

Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2% dan imbal hasil SBN 7,2%, defisit APBN diperkirakan melebar hingga 4,06%.

Untuk menjaga pengelolaan anggaran, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan di bawah tajuk “8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional.”

Optimalisasi anggaran salah satunya diraih melalui kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) dengan potensi penghematan sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi bahan bakar minyak (BBM). Sementara, total potensi penghematan dari konsumsi BBM masyarakat diperkirakan bisa mencapai Rp59 triliun.

Pemerintah juga menerapkan Biodiesel 50 (B50) atau campuran minyak kelapa sawit (crude palm oil) sebesar 50% terhadap solar, untuk menghemat subsidi senilai Rp48 triliun.

Kemudian, ada optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari yang berpotensi menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya