Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Institut for Development of Economics and Finance atau Indef Esther Sri Astuti mengatakan wacana pelebaran defisit APBN di atas 3 persen realistis dengan sejumlah asumsi makro ekonomi dalam APBN tidak tercapai.
"Secara otomatis akan tembus kalau asumsi makro di APBN meleset semua," kata Eshter di Jakarta, Sabtu (14/3).
Wacana pelebaran defisit APBN, sambung dia, dapat meningkatkan potensi utang baru. Oleh karena itu, menurutnya pengelolaan APBN harus dilakukan dengan bijak.
"Takut digunakan untuk menambah utang. Jadi, lebih diutamakan pengelolaan anggaran APBN yang bijak," ucap dia.
Ia berharap pemerintah dapat selektif dalam menentukan prioritas belanja negara. APBN menurutnya dapat diarahkan pada program yang berdampak pada ekonomi seperti ekspor dan pariwisata.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguasaan eknologi dapat memperkuat industri manufaktur Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa skenario deifisit APBN dapat mencapai 4,06 persen imbas dari perang di kawasan Timur Tengah.
"Skenario terburuk, yang pesimis itu, dengan harga (minyak mentah dunia) 115 (dolar AS per barel), kurs rupiah kita Rp17.500 (per dolar AS), growth-nya 5,2 (persen), (imbal hasil) surat berharga (SBN) 7,2 (persen), defisitnya 4,06 persen," ujar Airlangga usai sidang kabinet.
Airlangga juga menyebut skenario lain dengan asumsi defisit APBN sebesar 3 persen. (Ant/H-4)
Mengapa pemerintah batasi defisit 3%? Simak pengaruhnya terhadap harga barang, pajak, hingga cicilan motor Anda di tahun 2026.
Sektor yang bergantung pada mobilitas fisik seperti sektor transportasi, ritel offline, food and beverage di kawasan perkantoran, serta hospitality akan terdampak negatif WFH.
IRAN membolehkan kapal transit yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) atau Israel melintasi Selat Hormuz dinilai menjadi peluang bagi Indonesia menurut Indef
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Peningkatan konsumsi biasanya didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR) serta mobilitas masyarakat yang meningkat selama musim mudik.
Indef menilai nilai tukar rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan di tengah kondisi ekonomi global yang semakin berat kurs dolar ke rupiah hari ini telah tembus Rp17.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved