Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI langkah awal menuju ekonomi hijau dan mendukung energi baru dan terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dipasang pada tiga mal besar.
Ketiga mal itu yaitu Trans Studio Mall Bandung, Cibubur, dan Makassar. Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, bersama dengan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, Presiden Direktur PT Mitsui Indonesia (PTMI) Shinichi Kikuchihara, dan Managing Director PT Xurya Daya Indonesia Eka Himawan.
PLTS yang dipasang di Trans Studio Mall Makassar ini, bekerjasama dengan Xurya, diperkirakan mampu menghasilkan 3,7 juta kWh energi bersih tiap tahunnya. Ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebanyak 3,3 juta kilogram per tahun.
Baca juga : Pemasangan PLTS Atap Bukti Nyata Dukungan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Sebagai gambaran, dampak dari pemanfaatan energi bersih lewat pembangunan PLTS Atap di Trans Studio Mall Makassar, ini setara dengan penanaman lebih dari 44 ribu pohon.
Sementara untuk PLTS Atap yang dipasang di Trans Studio Mall Bandung, diperkirakan mampu menghasilkan energi bersih sebanyak 1,5 juta kWh setiap tahun. Setara dengan penekanan 1,4 juta kilogram emisi karbon tiap tahunnya. Atau sama dengan penanaman lebih dari 18 ribu pohon.
Untuk PLTS Atap di Trans Studio Mall Cibubur, mampu menghasilkan lebih dari 2,1 juta kWh energi bersih tiap tahunnya. Ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebanyak 1,9 juta per tahun. Atau sama dengan menanam 24 ribu pohon.
Baca juga : Gandeng Suryanesia, The Plaza IBCC Manfaatkan Area Parkir untuk PLTS Atap
Secara total, kapasitas PLTS Atap yang dipasang pada tiga Trans Studio Mall milik CT Corp ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Total energi bersih yang dihasilkan mencapai 7,5 juta kWh per tahun. Ini setara dengan penurunan emisi karbon 6,6 juta kilogram per tahun. Atau sama dengan menanam lebih dari 86 ribu pohon.
“Komitmen ini telah mendorong kami untuk mengadopsi teknologi tenaga surya yang canggih, memanfaatkan energi matahari untuk mendukung kegiatan operasional mall. Manajemen percaya bahwa pertumbuhan ekonomi dan pemanfaatan energi berkelanjutan dapat berjalan beriringan,” ungkap Chairul Tanjung.
Selain penerapan teknologi PLTS Atap, CT Corp juga meningkatkan penggunaan energi hijaunya dengan mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di lingkungan kerjanya.
Hal ini diwujudkan dengan penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di gedung-gedung milik CT Corp, termasuk di seluruh pusat perbelanjaan yang tergabung dalam Trans Studio Mall Group di seluruh Indonesia, dengan bekerjasama dengan PT PLN (Persero).
Setelah menghadirkan SPKLU, dalam lima tahun ke depan CT Corp akan meremajakan kendaraan operasionalnya menjadi kendaraan berbasis tenaga listrik. (J-3)
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.
Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di tanah air.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC 2025 di Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
Ia mengungkap akan menggelar perlombaan atau kompetisi antarmal agar pelaku usaha semakin agresif menawarkan program menarik bagi pengunjung.
Nantinya Mall Pluit Junction akan dibuka kembali dengan konsep baru yang lebih modern dan relevan.
KETUA Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja menyatakan turut mengomentari fenomena rombongan jarang beli (Rojali) dan rombongan hanya nanya (Rohana).
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang dalam beberapa program pembangunan telah menempatkan nasionalisme sekaligus mencintai produk lokal Bali.
Temuan menunjukkan bahwa paparan iklan di dalam mal mampu menghasilkan brand recall yang lebih tinggi dan meningkatkan keterlibatan audiens dibandingkan media luar ruang lainnya.
Pemerintah Kota Bandung Jawa Barat sudah menyiapkan langkah setelah melihat sejumlah mal sepi pengunjung atau bisa dibilang mati suri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved