Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Upaya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan terus ditunjukkan oleh perusahaan-perusahaan besar Tanah Air. Salah satunya adalah PT Sasa Inti (Sasa) yang baru saja meresmikan instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di pabrik Probolinggo, Jawa Timur.
Pembangkit listrik ramah lingkungan itu memiliki kapasitas 503,125 killowatt peak (KWp), sehingga bisa mengurangi 634 ton karbon dioksida (Co2) per tahun. Pemasangan instalasi PLTS atap itu merupakan bentuk komitmen dunia usaha untuk mendukung ekonomi hijau di Indonesia.
"Pembangunan berkelanjutan telah menjadi landasan utama bagi PT Sasa Inti dalam mengelola bisnis. Dengan memahami pentingnya keberlanjutan bagi masa depan planet ini, perusahaan mengambil langkah-langkah nyata untuk meminimalkan dampak lingkungan dan memperkuat manfaat terhadap masyarakat, salah satunya dengan pemasangan PLTS atap," kata Presiden Direktur PT Sasa Inti Rudolf Tjandra melalui keterangan tertulis, Rabu (8/5).
Adapun, Pendiri dan CEO Suryanesia Rheza Adhihusada, selaku pihak yang memproduksi PLTS atap untuk Sasa, mengungkapkan layanan yang ditawarkan pihaknya kepada pemilik bangunan komersial dan industri mencakup seluruh proses (end-to-end). Itu meliputi desain, studi kelayakan, kajian struktural, perizinan, instalasi sistem panel surya, pengoperasian, serta pemeliharaan secara berkala pasca instalasi.
Suryanesia juga akan menanggung seluruh biaya investasi awal instalasi PLTS atap, sehingga pelanggan hanya membayar biaya sewa setiap bulan yang bisa menghemat biaya listrik. (Ant/Z-11)
Inisiatif itu menandai langkah penting kedua perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia sekaligus mengakselerasi pencapaian target Net Zero Emission (NZE) nasional pada 2060.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas terpasang PLTS atap per Juli 2025 telah mencapai 538 MWp tersebar di 10.882 pelanggan PLN
Kao Indonesia menegaskan langkah nyata menuju energi bersih dengan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri berkapasitas 6,53 MWp di kawasan KIIC
PT Blasfolie Internasional Indonesia, salah satu perusahaan kemasan plastik di Indonesia yang berdiri pada 2015, meresmikan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.
Pemerintah Indonesia telah meningkatkan target penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menjadi 23% pada 2025 dan 31% pada tahun 2030.
Program Green Retail Indonesia bertujuan memudahkan peritel di seluruh Indonesia mengakses energi bersih melalui instalasi PLTS atap dan menerapkan langkah-langkah efisiensi energi.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.
Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di tanah air.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC 2025 di Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved