Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI dihujani kritik Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menghargai berbagai pihak yang pro dan kontra terkait keputusan untuk menerima tawaran Izin Usaha Pertambangan (IUP) pengelolaan tambang.
"Kami menghargai setiap kritik dari dalam maupun luar, sebagai masukan berharga bagi Tim di bawah ketua Muhadjir Effendy. Inshaallah Muhammadiyah tetap di garis dakwah dan tajdid yang membawa nilai-nilai kebenaran dan kebaikan berdasarkan ajaran Islam," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat dihubungi, Rabu (31/7).
Muhammadiyah berkomitmen menjalankan izin tambang sesuai amar makruf nahi munkar secara elegan dan bermartabat sesuai Kepribadian Muhammadiyah.
Baca juga : PAN Apresiasi Sikap Muhammadiyah soal Izin Tambang
"Masak Muhammadiyah yang ikut mendirikan republik ini dan selama ini terus berkhidmat untuk masyarakat luas mau merusak rakyat dan tanah air. Kami menghargai berbagai pihak yang memiliki pandangan dan jalur masing-masing dalam berjuang untuk bangsa dan negara," uja dia.
Indonesia dibangun oleh seluruh komponen dengan berbagai pandangan dan jalan yang boleh jadi satu sama lain berbeda, termasuk berbeda pendekatan. Membangun Indonesia secara optimal dari mana pun pintu masuknya.
"Masih banyak pekerjaan dan tugas berat untuk memajukan Indonesia daripada terus saling hujat dan menegasikan yang dapat meretakkan persatuan Indonesia. Berpikir dan bersikaplah moderat," ungkapnya.
Baca juga : Penerimaan Konsesi Tambang Dikhawatirkan Repotkan Muhammadiyah
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto prihatin dengan sikap sejumlah ormas keagamaan yang mulai ikut-ikutan ingin mengelola tambang.
Mulyanto khawatir fenomena ini bisa merusak tata kelola minerba sekaligus menjatuhkan wibawa ormas di mata umat. Karena itu ia minta pemerintah dan pimpinan ormas mengkaji ulang kebijakan ini.
"Fenomena ini seperti kisah Perang Uhud, di mana kaum Muslimin beramai-ramai turun dari bukit Uhud untuk berebut ghonimah (harta pampasan perang), dan meninggalkan tugas pokok pos penjagaan. Ujung-ujungnnya umat tidak terurus," jelas Mulyanto.
Kondisi ini sangat rawan karena bisa menimbulkan kecemburuan di antara-ormas, karena bisa jadi berikutnya ormas pemuda dan ormas lain akan ikut minta konsesi tambang.
"Akhirnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) menguap. Karena kita tidak bisa membedakan lagi tugas, fungsi, dan program-kegiatan antara sektor private, yang mengurusi ekonomi, dengan sektor ketiga, yang mengurusi masyarakat sipil. Terjadi tumpang-tindih. Lalu memicu kekacauan," pungkasnya. (Z-6)
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengakui masih kurangnya pengawasan terhadap aktivitas industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch Ferdy Hasiman menekankan pentingnya sikap netral dan berbasis fakta dalam mengevaluasi dugaan pelanggaran hukum di industri tambang nikel.
Tommy mengatakan meningkatkan nilai HPE konsentrat tembaga juga dipengaruhi tingginya permintaan industri global terhadap tembaga.
Operasi pencarian penambang yang diduga terperangkap di bekas area galian tambang Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung dalam kondisi berisiko tinggi.
Putra Donald Trump adalah salah satu investor di tambang 'unsur tanah jarang' pertama di pulau Arktik tersebut.
PT Geo Mining Berkah (GMB), perusahaan konsultan pertambangan, memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor tambang.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya membangun budaya dan peradaban tinggi melalui pendidikan, disiplin, dan pengembangan intelektual.
WACANA menempatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian dinilai tidak relevan dengan arah reformasi.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pun mengimbau, dalam menghadapi tahun baru 2026, agar tidak ada pesta pora dan euforia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya peradaban Islam berkemajuan dalam Milad ke-70 Universitas Muhammadiyah Jakarta sebagai teladan PTMA.
KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan sejumlah masalah dihadapi generasi muda Indonesia saat ini. Itu bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Banyak anak-anak bangsa yang berkarakter positif untuk bekerja keras meraih kesuksesan dalam pendidikan dan dimensi kehidupan lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved