Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan pentingnya peradaban islam berkemajuan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dalam peringatan Milad ke-70 yang bertema “Menggerakkan Peradaban, Mencerahkan Bangsa, Sinergi, Kolaborasi, Kontribusi". Acara berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia, Senin (15/12/2025).
Dalam sambutannya Haedar menegaskan Milad UMJ bukan sekadar perayaan usia, tetapi menjadi ruang muhasabah dan mujahadah. Terlebih, UMJ merupakan Universitas tertua di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
“Milad ini adalah momentum penting dan bersejarah. Sebagai Universitas tertua se-PTMA, UMJ harus menjadi uswah dan kudwah atau teladan dalam menjalankan Catur Dharma perguruan tinggi berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Ia menekankan kekuatan utama UMJ terletak pada peneguhan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang harus terinternalisasi dalam aspek pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut, tidak boleh berhenti sebagai simbol, melainkan harus menjadi nilai yang hidup dan membentuk karakter civitas akademika.
“Paham agama dan ideologi Muhammadiyah harus menjadi pondasi utama. Sehingga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan benar-benar menjadi nilai yang hidup dan membawa sibghah bagi seluruh aktivitas akademika,” tegasnya.
Lebih lanjut, Haedar menjelaskan peradaban besar selalu bermula dari institusi yang kokoh. Oleh karena itu, upaya menggerakkan peradaban dan mencerahkan bangsa berawal dari peradaban mikro, yakni perguruan tinggi Muhammadiyah itu sendiri.
“Tidak mungkin kita bisa menggerakkan peradaban yang lebih luas jika institusi kita belum sepenuhnya mewujudkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” katanya.
Ia juga mengaitkan misi UMJ dengan teladan Rasulullah SAW yang tidak hanya membawa risalah, tetapi juga menjadi uswah hasanah hingga melahirkan peradaban Islam berkemajuan. Muhammadiyah termasuk UMJ bukan hanya bersiap, tetapi telah berkontribusi nyata dalam mencerahkan bangsa melalui sistem modern yang berlandaskan nilai Al-Ma’un.
Pada kesempatan yang sama Rektor UMJ Prof. Dr. Ma'mun Murod, M.Si., sampaikan perjalanan panjang yang UMJ telah lalui. Ia juga menyampaikan selama prosesnya UMJ telah melahirkan banyak generasi termasuk para dosen yang berkiprah di Nasional dan Internasional. "Prestasi-prestasi yang UMJ telah dapatkan termasuk akreditasi unggul. Semoga kedepannya UMJ semakin maju," ujar Ma'mun. (RO/Z-2)
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelapor adalah bagian dari Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
KETUA Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulul Abshar Abdalla menyoroti pentingnya humor dalam kehidupan bermasyarakat. Ia turut menyayangkan soal laporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono
PENGASUH dari Pondok Pesantren Denanyar Jombang Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam mengatakan kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono seharusnya tidak menjadi laporan pidana.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pun mengimbau, dalam menghadapi tahun baru 2026, agar tidak ada pesta pora dan euforia.
DESEMBER 2025 seharusnya menjadi bulan penuh refleksi dan harapan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved