Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pendidikan Berperan Membangun Budaya dan Peradaban Tinggi

Heri Susetyo
01/2/2026 11:26
Pendidikan Berperan Membangun Budaya dan Peradaban Tinggi
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah Haedar Nashir pada peringatan Milad ke-50 SMA Muhamadiyah 2 Sidoarjo (Smamda), Sabtu (31/1).(MI/Heri Susetyo)

KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah Haedar Nashir menekankan pentingnya membangun budaya dan peradaban tinggi melalui pendidikan, disiplin, dan pengembangan intelektual. 

Haedar Nashir menyoroti tantangan yang dihadapi oleh budaya Indonesia, seperti tradisi lisan yang kuat tetapi kurang ketelitian intelektual. Selain itu juga kecenderungan untuk mengabaikan aturan dan manajemen waktu.

"Perlunya lembaga pendidikan, seperti sekolah Muhammadiyah, untuk menumbuhkan budaya disiplin dan berpikir ke depan," kata Haedar Nashir saat peringatan Milad ke-50 SMA Muhamadiyah 2 Sidoarjo (Smamda), Sabtu (31/1). 

Peringatan Milad ke-50 Smamda ini diharapkan menjadi tonggak penguatan mutu pendidikan Muhammadiyah serta kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. 

Haedar menegaskan, tidak mungkin Indonesia Emas bisa diraih, jika salah satu jalannya tidak melalui lembaga pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu seluruh institusi pemerintah, dari pusat sampai daerah, harus menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan Indonesia. 

Haedar Nashir menilai Smamda memiliki modal kuat untuk dikembangkan menjadi sekolah unggul. Haedar menyebut, pada level Muhammadiyah Jawa Timur, hanya beberapa sekolah yang diproyeksikan sebagai pilot project excellent school.

“Ini sekolah yang unggul, sekolah yang bagus, dan menjadi harapan Muhammadiyah. Karena itu kami mendorong SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo masuk dalam barisan excellent school yang bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum lainnya, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” kata Haedar. 

Kepala Smamda Zainul Arifin menambahkan, Milad ke-50 tahun Smamda bukan sekadar perayaan seremonial. Melainkan momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh keluarga besar sekolah, khususnya para alumni lintas angkatan. Perjalanan setengah abad Smamda, tidak lepas dari kontribusi alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang.

“Milad ke-50 ini kami jadikan ruang bersama untuk menyamakan persepsi, menyatukan visi, dan menguatkan komitmen antara sekolah, guru, orang tua, serta seluruh alumni Smamda agar bergerak dalam satu arah memajukan sekolah,” kata Zainul Arifin.

Zainul menegaskan, keterlibatan alumni sangat dibutuhkan dalam mendukung transformasi Smamda menuju sekolah unggul dan berdaya saing nasional. Kontribusi alumni, kata Zainul, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga gagasan, jejaring, serta pendampingan bagi siswa.

“Kami mengajak seluruh alumni Smamda untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing, baik melalui pemikiran, pengalaman, maupun jejaring profesional. Dengan kebersamaan ini, Smamda diharapkan semakin kuat sebagai pusat pendidikan yang unggul dan berkarakter,” kata Zainul. (E-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya