Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS saham Asia yang menguat dapat menahan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
"Indeks saham Asia terlihat menguat. Hal ini bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (26/6).
Pada Selasa (25/6), tercatat bursa saham regional Asia, antara lain indeks Nikkei menguat 197,69 poin atau 0,51% ke 39.002,30; indeks Hang Seng menguat 171,47 poin atau 0,95% ke 18.199,18; indeks Shanghai melemah 7,19 poin atau 0,24% ke 2.970,30; dan indeks Straits Times menguat 12,95 poin atau 0,39% ke 3.327,09.
Baca juga : Rupiah Menguat saat Investor Antisipasi Inflasi Konsumsi Pribadi AS
Bursa saham regional Asia per Rabu pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 486,89 poin atau 1,24% ke 39.660,00; indeks Hang Seng melemah 5,97 poin atau 0,03% ke 18.006,92; indeks Shanghai melemah 3,82 poin atau 0,13% ke 2.946,17; dan indeks Straits Times melemah 2,67 poin atau 0,08% ke 3.323,60.
Saat ini, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 54 poin atau 0,33% menjadi 16.429 per dolar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya 16.375 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS yang bergerak di atas 105,60 dari sebelumnya 105,40. Kenaikan indeks dolar AS disebabkan efek dari indeks harga rumah AS yang naik 0,2% dari sebelumnya 0,1% per Selasa (25/6).
Selain itu, tingkat kepercayaan konsumen yang mengalami kenaikan menjadi 100,4 dari sebelumnya 101,3 turut memengaruhi penguatan indeks dolar AS. "Kenaikan indeks dolar AS ini efek dari data ekonomi AS semalam, yaitu data harga rumah dan tingkat keyakinan konsumen AS yang masih memperlihatkan kenaikan, sehingga masih berpotensi menyumbang inflasi AS," ungkap dia.
Pernyataan Gubernur Federal Reserve AS Michelle Bowman yang membuka peluang kenaikan suku bunga acuan AS karena inflasi AS sulit turun juga memengaruhi kenaikan indeks dolar AS. "Peristiwa eksternal di AS ini menunjukkan bahwa tekanan dolar AS terhadap nilai tukar lain, termasuk rupiah, masih belum surut. Di
sisi lain, minat pasar terhadap aset berisiko masih positif pagi ini," ucap Ariston. (Ant/Z-2)
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif pada 18 Maret 2026 usai BI menahan suku bunga di 4,75%. Cek harga kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Kurs rupiah hari ini 17 Maret 2026 menguat ke Rp16.965 per dolar AS. Pasar menanti pengumuman BI Rate di tengah tensi geopolitik Timur Tengah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami tekanan pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya volatilitas harga minyak mentah di pasar global.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, menunjukkan volatilitas tinggi di sesi pagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved