Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISET dari Center of Reform on Economic (CoRE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, defisit anggaran untuk pemerintahan baru semestinya dipatok di level yang rendah, alih-alih mendekati batas maksimal 3%. Itu didasari pada sejumlah pertimbangan yang berkaitan langsung dengan keberlanjutan fiskal negara.
"Sebenarnya selama ini tidak ada angka rigid yang menuju pada batasan atau kisaran defisit tertentu di masa transisi pemerintahan. Hanya, berkaca pada transisi pemerintah sebelumnya di 2019 dan 2014, defisit itu diset berada di bawah 2,5% terhadap PDB," ujarnya saat dihubungi, Rabu (5/6).
Apalagi saat ini ekonomi dunia masih dihadapkan pada fenomena suku bunga acuan tinggi untuk waktu yang lama (higher for longer) dari The Federal Reserve. Tingginya defisit untuk membiayai program-program pemerintahan baru secara gegabah berpotensi memperbesar penarikan utang negara.
Baca juga : Defisit Diperkirakan Terkendali meski Ada Peningkatan Belanja
Itu dinilai berisiko lantaran beban bunga dan jumlah utang yang akan dibayarkan di kemudian hari menjadi jumbo imbas kondisi dunia saat ini. "Saat ini suku bunga tinggi Maka ada peluang ketika penerbitan surat utang dilakukan oleh pemerintah ini akan berdampak pada cost of fund yang lebih mahal," jelas Yusuf.
Kondisi ekonomi dunia pula, lanjutnya, memberikan tekanan pada penerimaan negara. Jika program-program pemerintahan baru dipaksakan untuk dieksekusi di tahun depan, dikhawatirkan keberlanjutan fiskal akan terganggu.
Karenanya dia sependapat dengan kekhawatiran DPR RI ihwal angka defisit anggaran yang dipatok terlampau tinggi. "Karena beberapa program belanja, terutama yang diajukan oleh pemerintahan terpilih itu masih membutuhkan waktu untuk mengetahui apakah program tersebut relatif bisa dijalankan," imbuh Yusuf.
"Bisa dijalankan dalam konteks apakah kemudian program yang dimaksud relatif mampu mencapai outcome tertentu. Jadi karena membutuhkan waktu yang lebih lama, pemerintah terpilih sebenarnya harus mematangkan terlebih dahulu rancangan program dan masukan dari DPR," pungkasnya. (Z-6)
Lemahnya pengawasan terlihat dari tidak adanya upaya menelusuri pemegang saham maupun perusahaan afiliasi dari wajib pajak tersebut.
Justru di tengah kondisi shortfall penerimaan pajak, langkah bersih-bersih semacam ini menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan publik.
Boyamin menilai kondisi ini juga membuktikan bahwa reformasi perpajakan yang selama ini digaungkan pemerintah gagal menyentuh akar persoalan dan lebih bersifat kosmetik.
Tekanan fiskal yang dihadapi saat ini tidak semata bersifat siklikal, melainkan mulai menunjukkan karakter struktural, terutama dari sisi penerimaan negara yang belum sepenuhnya pulih.
Kebijakan peningkatan belanja pada 2025 sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tantangan besar ke depan adalah memastikan efektivitasnya.
Pinjaman kepada pemda tanpa didahului peningkatan kemandirian fiskal dan kualitas belanja sama saja menambah risiko keuangan daerah
PENURUNAN penjualan mobil selama dua kuartal berturut-turut menjadi sinyal kuat tentang melemahnya konsumsi rumah tangga sekaligus kegamangan industri otomotif nasional
Penghentian status tanggap darurat bencana didasari berbagai pertimbangan setelah dilakukan perpanjangan. Satu di antaranya kondisi penanganan para pengungsi.
Tata kelola yang terstruktur di Pemkot Tangerang juga turut membantu dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut selama masa transisi.
Selama masa transisi, Pemkab Sukabumi masih memiliki tugas melakukan asesmen bangunan rumah terdampak bencana.
DAYA beli masyarakat diakui menurun selama masa transisi pemerintahan Joko Widodo ke Prabowo Subianto.
JELANG pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Indonesia punya kesempatan untuk menunjukkan kedewasaan berbangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved