Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN penjualan mobil selama dua kuartal berturut-turut menjadi sinyal kuat tentang melemahnya konsumsi rumah tangga sekaligus kegamangan industri otomotif nasional dalam menghadapi masa transisi.
Wakil Ketua Komisi XI DPR M Hanif Dhakiri dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (23/4), menilai situasi ini berbahaya jika pemerintah tidak menjawab dengan kebijakan fiskal dan industri yang tepat sasaran.
“Ini bukan sekadar fluktuasi pasar, tapi kombinasi dari daya beli yang melemah, ketidakpastian global, dan transisi kendaraan listrik yang belum ditopang ekosistem yang matang,” kata Hanif.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil wholesales turun 4,7% di kuartal I/2025, sementara penjualan ritel anjlok 8,9%.
Menurut Hanif, hal ini memperlihatkan tekanan pada konsumsi kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung permintaan domestik, sekaligus keraguan pasar terhadap arah transformasi industri otomotif.
Menteri Ketenagakerjaan periode 2014-2019 ini juga menyoroti kecenderungan sebagian konsumen menunda pembelian mobil konvensional karena ekspektasi harga kendaraan listrik akan lebih terjangkau dalam waktu dekat, seiring insentif pemerintah.
Di sisi lain, ekosistem EV belum siap, infrastruktur pengisian terbatas, komponen lokal minim, dan teknologi masih sangat bergantung pada impor.
“Transisi memang perlu, tapi jangan menciptakan kekosongan ekonomi. Pemerintah tidak boleh bersikap seolah-olah industri lama bisa ditinggal begitu saja, padahal industri baru belum siap mengambil alih fungsi ekonomi, lapangan kerja, dan ekspor,” ujarnya.
Menurutnya, insentif harus diarahkan secara transformatif: tidak hanya mendorong konsumsi EV, tetapi juga menjaga daya saing industri otomotif konvensional dalam masa transisi. Pemerintah juga harus mendorong industrialisasi komponen lokal dan memperluas pasar ekspor untuk menghindari tekanan ganda dari luar negeri, termasuk risiko tarif resiprokal dari mitra dagang utama seperti Amerika Serikat.
Hanif juga menekankan pentingnya investasi pada pelatihan tenaga kerja agar siap menghadapi perubahan teknologi dan struktur produksi yang lebih hijau dan efisien.
“Negara harus hadir sebagai penuntun transisi, bukan sekadar penyedia insentif sesaat. Ini soal menjaga denyut manufaktur nasional sambil membangun masa depan otomotif Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan,” tegas Hanif, yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB itu. (Hnr/M-3)
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Perekonomian nasional pada kuartal III 2025 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, meski fondasi ekspansinya belum merata antarkomponen.
Konsumsi masyarakat tetap menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi sekitar 53%.
Kinerja perekonomian pada triwulan III 2025 ditopang oleh konsumsi masyarakat yang masih terjaga.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa penurunan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2025 disebabkan oleh faktor musiman.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Penghentian status tanggap darurat bencana didasari berbagai pertimbangan setelah dilakukan perpanjangan. Satu di antaranya kondisi penanganan para pengungsi.
Tata kelola yang terstruktur di Pemkot Tangerang juga turut membantu dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut selama masa transisi.
Selama masa transisi, Pemkab Sukabumi masih memiliki tugas melakukan asesmen bangunan rumah terdampak bencana.
DAYA beli masyarakat diakui menurun selama masa transisi pemerintahan Joko Widodo ke Prabowo Subianto.
JELANG pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Indonesia punya kesempatan untuk menunjukkan kedewasaan berbangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved