Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengatakan harga eceran tertinggi (HET) komoditas, seperti beras, sulit turun meski produksi panen raya sudah meningkat. Alasannya, biaya agroinput atau keseluruhan kegiatan industri yang memproduksi barang dan jasa untuk keperluan usaha pertanian mengalami kenaikan.
"Seperti biaya sewa lahan, pupuk, bibit, tenaga kerja, semua naik," kata Jokowi usai mengecek kestabilan harga pangan di Pasar Senggol, Kota Dumai, Provinsi Riau, Sabtu (1/6/2024). Karenanya, di satu sisi masyarakat konsumen juga harus maklum bahwa petani juga harus mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan.
Di sisi lain, masyarakat juga ingin agar dari beras dan pangan lain tidak terlalu tinggi. "Itu wajar. Mencari keseimbangan seperti itu yang tidak gampang. Masyarakat senang, petani senang," kata Jokowi.
Baca juga : Curhat Soal Masalah Beras, Jokowi: Dilema, Suka Dimarahi Ibu-ibu dan Petani
Menyusul surat Bapanas sebelumnya Nomor 134/TS.02.02/K/4/2024 tanggal 24 April 2024 tentang Relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras Medium dan Perpanjangan Relaksasi HET Beras Premium, Bapanas memutuskan kembali melanjutkan relaksasi HET Beras. Hal ini dicantumkan dalam surat Bapanas 160/TS.02.02/K/5/2024.
Itu merupakan ketiga kali perpanjangan relaksasi HET beras premium yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram. Awalnya, relaksasi HET beras premium dan medium berlaku pada 10 Maret hingga 24 April 2024, kemudian dilanjutkan pada 31 Mei. Kini perpanjangan dilanjutkan hingga waktu yang ditentukan nanti.
"Sampai dengan terbitnya Peraturan Badan Pangan Nasional tentang Perubahan atas Perbadan Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dihubungi Sabtu (1/6/2024). Perpanjangan ini dilakukan, kata Arief, dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan, harga beras premium, dan beras medium di pasar tradisional maupun retail modern.
Baca juga : Kesal Dicecar Soal Kenaikan Harga Beras, Jokowi: Jangan Tanya ke Saya
Untuk memastikan implementasi relaksasi HET beras medium dan beras premium sesuai surat pemberitahuan ini, Jokowi berharap kepada Satuan Tugas Pangan Polri untuk bersama-sama melakukan pengawasan secara berkala, baik di pasar tradisonal maupun ritel modern. Hasil tinjauan Pasar Senggol Dumai, dia katakan sama seperti di pasar lain yang dilihat sebelumnya seperti Pasar Lawang Agung, Kabupaten Musi Rawas, dan Pasar Bukit Sulap, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan.
"Harga bawang putih antara Rp38.000-Rp40.000. Harga bawang merah Rp45.000. Yang kita sering melompat-lompat harganya pada dua barang ini. Baik harganya di sini. Baik dan stabil. Tidak ada yang melompat aneh-aneh," kata Jokowi.
Untuk stok beras, kata Jokowi, per hari ini, sudah mencapai 1,8 juta ton. Beras tersebar di seluruh gudang Bulog kabupaten dan provinsi. "Biasanya stok Bulog nasional 900 ribu sampai 1,2 juta ton," kata Jokowi. (Z-2)
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) tengah melakukan kajian terhadap kemungkinan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita.
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Amran meminta kepada seluruh pengusaha di Indonesia agar tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Imlek dan Ramadan.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved