Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Eliza Mardian mengungkapkan saat ini sudah banyak pedagang menjual Minyakita diatas harga eceran tertinggi (HET) dari yang ditetapkan oleh pemerintah. Saat ini, HET Minyakita berada di angka Rp14.000.
"Sebetulnya tanpa HET dinaikkan pun harga ril di masyarakat itu sudah lebih dari itu. Ada pedagang yang membeli harga modal dasar Minyakita sudah Rp15.000. Jd jadi harus menjual diatas itu agar ada untungnya," kata Eliza saat dihubungi pada Senin (27/5).
Eliza menilai, saat ini pemerintah tidak perlu untuk menaikkan HET, tetapi pemerintah harus memperbaiki distribusi komoditas pangan yang harus lebih efisien.
Baca juga : Mendag: Harga Minyakita Memang Harus Naik
"Fenomena kenaikan harga pangan di Indonesia selain karena kenaikan biaya produksi, itu lebih banyaknya disebabkan asimetris informasi dan distribusi yang tidak efisien. Pemerintah bukannya menyelesaikan persoalan distribusi yang tidak efisien, malah menaikkan HET. Semestinya dicari tahu penyebab kenaikannya lalu dicarikan solusinya," terangnya.
Apabila pemerintah selalu menaikkan HET sebagai jalan tengah, sambung dia, masyarakat yang justru akan semakin terbebani.
"Rakyat kita makin terbebani dengan kenaikan harga-harga pangan yang tidak sebanding dengan kenaikan pendapatannya," ungkap dia.
Baca juga : Mendag Usulkan HET Minyakita Naik
Di sisi lain, ia menyebut jika nanti pemerintah menetapkan HET baru terkait dengan beras premium maupun medium, hal tersebut hanya akan menguntungkan pedagang besar yang mengendalikan stok dan berperan besar dalam penentuan harga.
"Yang diuntungkan dari kenaikan harga beras saat ini pedagang besar yang memegang kendali stok. Petani ketika panen raya kemarin harganya anjlok, sementara harga beras bertengger tinggi. Penurunan harga di pedagang tidak sedalam penurunan harga di petani, sebut dia.
Sementara itu, Eliza menjelaskan, pertumbuhan PDB sektor pangan pada kuartal I 2024 kemarin anjlok hingga -24,7% secara year on year (yoy). Padahal, lanjut dia, harga pangan pada kuartal I 2024 sangat dirasakan kenaikannya oleh masyarakat, namun di sisi lain kenaikan harga tersebut tidak mampu membuat PDB sektor pertanian meningkat.
Baca juga : Pengamat: Tak Ada Faktor Signifikan yang Dorong Kenaikan Harga Minyak Goreng
"Ini menandakan bahwa kenaikan harga pangan yang memberatkan konsumen tidak banyak dirasakan petani, tapi oleh para pedagang yang mengendalikan stok dan menentukan harga. HET yang terus naik tanpa pembenahan dari akar masalah ini akan meningkatkan gap harga domestik dengan impor. Ini akan mendorong para rent seeker untuk lebih banyak mengimpor jadinya," pungkas Eliza.
Sebagai informasi, relaksasi HET beras premium dan pemberlakuan HET baru beras medium akan berakhir pada akhir Mei mendatang. Saat ini, HET beras premium berada di angka Rp14.900 per kilogram sedangkan untuk HET beras medium berada di angka Rp12.500 per kilogram.
(Z-9)
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Update harga pangan di Pasar Induk Kramat Jati per 18 Februari 2026. Harga cabai rawit merah mulai turun ke Rp80.000/kg jelang Ramadan 1447 H.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mendesak kepada produsen untuk menambah pasokan minyak goreng khususnya MinyaKita.
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka kasus korupsi ekspor CPO 2020–2024. Negara diperkirakan rugi Rp14,3 triliun akibat manipulasi klasifikasi produk untuk hindari aturan DMO.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved