Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Eliza Mardian mengungkapkan saat ini sudah banyak pedagang menjual Minyakita diatas harga eceran tertinggi (HET) dari yang ditetapkan oleh pemerintah. Saat ini, HET Minyakita berada di angka Rp14.000.
"Sebetulnya tanpa HET dinaikkan pun harga ril di masyarakat itu sudah lebih dari itu. Ada pedagang yang membeli harga modal dasar Minyakita sudah Rp15.000. Jd jadi harus menjual diatas itu agar ada untungnya," kata Eliza saat dihubungi pada Senin (27/5).
Eliza menilai, saat ini pemerintah tidak perlu untuk menaikkan HET, tetapi pemerintah harus memperbaiki distribusi komoditas pangan yang harus lebih efisien.
Baca juga : Mendag: Harga Minyakita Memang Harus Naik
"Fenomena kenaikan harga pangan di Indonesia selain karena kenaikan biaya produksi, itu lebih banyaknya disebabkan asimetris informasi dan distribusi yang tidak efisien. Pemerintah bukannya menyelesaikan persoalan distribusi yang tidak efisien, malah menaikkan HET. Semestinya dicari tahu penyebab kenaikannya lalu dicarikan solusinya," terangnya.
Apabila pemerintah selalu menaikkan HET sebagai jalan tengah, sambung dia, masyarakat yang justru akan semakin terbebani.
"Rakyat kita makin terbebani dengan kenaikan harga-harga pangan yang tidak sebanding dengan kenaikan pendapatannya," ungkap dia.
Baca juga : Mendag Usulkan HET Minyakita Naik
Di sisi lain, ia menyebut jika nanti pemerintah menetapkan HET baru terkait dengan beras premium maupun medium, hal tersebut hanya akan menguntungkan pedagang besar yang mengendalikan stok dan berperan besar dalam penentuan harga.
"Yang diuntungkan dari kenaikan harga beras saat ini pedagang besar yang memegang kendali stok. Petani ketika panen raya kemarin harganya anjlok, sementara harga beras bertengger tinggi. Penurunan harga di pedagang tidak sedalam penurunan harga di petani, sebut dia.
Sementara itu, Eliza menjelaskan, pertumbuhan PDB sektor pangan pada kuartal I 2024 kemarin anjlok hingga -24,7% secara year on year (yoy). Padahal, lanjut dia, harga pangan pada kuartal I 2024 sangat dirasakan kenaikannya oleh masyarakat, namun di sisi lain kenaikan harga tersebut tidak mampu membuat PDB sektor pertanian meningkat.
Baca juga : Pengamat: Tak Ada Faktor Signifikan yang Dorong Kenaikan Harga Minyak Goreng
"Ini menandakan bahwa kenaikan harga pangan yang memberatkan konsumen tidak banyak dirasakan petani, tapi oleh para pedagang yang mengendalikan stok dan menentukan harga. HET yang terus naik tanpa pembenahan dari akar masalah ini akan meningkatkan gap harga domestik dengan impor. Ini akan mendorong para rent seeker untuk lebih banyak mengimpor jadinya," pungkas Eliza.
Sebagai informasi, relaksasi HET beras premium dan pemberlakuan HET baru beras medium akan berakhir pada akhir Mei mendatang. Saat ini, HET beras premium berada di angka Rp14.900 per kilogram sedangkan untuk HET beras medium berada di angka Rp12.500 per kilogram.
(Z-9)
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, tercatat daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging sapi segar berkisar Rp125.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
Komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,10 persen, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah masing-masing sebesar 0,06 persen.
Penyaluran Minyakita untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok penting bagi masyarakat.
Meski sempat dipengaruhi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, fluktuasi harga di pasar tradisional dinilai masih wajar dan tidak menimbulkan gejolak signifikan menjelang ramadan.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Program Millers for Nutrition ada di 8 negara, 4 di Afrika dan 4 di Asia termasuk Indonesia.Koalisi ini bekerjasama dengan pelaku usaha terutama penggilingan dan refinery.
Sebanyak 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan harga Minyakita kembali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Kemendag terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok Minyakita jelang Nataru
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved