Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN data Google Finance, nilai tukar Rupiah berada di level Rp16.009 per Dolar AS hingga saat ini, Senin (15/4). Merespon hal tersebut, Ekonom Ibrahim Assuabi mengatakan bahwa pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS diakibatkan karena libur Nasional dampak dari Idul Fitri yang hampir selama 2 minggu.
"Tidak ada penawaran sama sekali pada saat data ekonomi Amerika bagus, kemudian komentar dari salah satu pejabat bank sentral negara bagian di Amerika, Kashkari mengatakan bahwa inflasi tinggi kemungkinan bank sentral menahan untuk menurunkan suku bunga. Kemudian tensi geopolitik yang panas di Eropa dan Timur Tengah membuat Dolar menguat sampai 106 kemudian tidak ada perlawanan dari dalam negeri karena kondisi libur. Sehingga wajar kalau seandainya Rupiah ini menyentuh diatas Rp16.000," kata Ibrahim saat dihubungi pada Senin (15/4).
Akan tetapi, sambung Ibrahim pada saat nanti pembukaan pasar besok (16/4), Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan melakukan intervensi.
Baca juga : Pekan Depan, Kurs Rupiah Diramalkan Melemah Tajam
"Kita melihat bahwa BI ini mempunyai cukup modal untuk melakukan intervensi di pasar transaksi obligasi dan valuta asing (valas). Kemudian, data ekonomi pun yang seharusnya dirilis minggu-minggu ini dari Indonesia, itu pun tidak ada rilis sama sekali sehingga sangat wajar kalau pelemahan Rupiah ini terjadi di saat-saat libur Nasional Idul Fitri," jelasnya.
Di sisi lain, Ibrahim menyebut bahwa penyerangan Iran terhadap Israel beberapa waktu lalu ini juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di negara-negara Asia seperti Korea, Jepang, dan Tiongkok mengalami pelemahan.
"Tetapi dampak ke Indonesia pun kemungkinan melemah, tetapi pelemahannya terhadap IHSG kemudian terhadap Rupiah tidak terlalu signifikan karena didalam negeri sendiri sudah cukup bagus ekonominya," ungkap dia.
Baca juga : BI Catat Rupiah Stabil pada Rp15.320 per Dolar AS Pekan Ini
Adapun menurut dia, penyerangan Iran ke Israel terhadap pelemahan IHSG dan Rupiah yang tidak terlalu signifikan disebabkan karena mudik massal yang terjadi saat Idul Fitri kemarin naik cukup tinggi sampai 10 kali lipat.
"Hal itu membuktikan bahwa konsumsi masyarakat Indonesia cukup bagus. Dan kemungkinan besar di selasa besok BI akan melakukan intervensi sehingga kalau seandainya Rupiah melemah pun melemahnya tidak terlalu tajam, dan untuk mencapai level Rp16.000 kemungkinan besar itu hanya sesaat dan akan turun lagi," pungkasnya.
(Z-9)
Perencanaan keuangan keluarga Indonesia kini semakin dipengaruhi kebutuhan lintas negara, mulai dari pendidikan internasional hingga pengelolaan aset global.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved