Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN perikanan Indonesia, Aruna, menjalin kerja sama dengan USAID (Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat) dalam program USAID Ber-IKAN (Bersama Kelola Perikanan).
Program itu didanai oleh USAID, yang telah bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta melibatkan pelaku swasta di sektor perikanan, salah satunya Aruna.
Adapun fokus kerjasama strategis Aruna dengan USAID, yakni praktik perikanan berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati laut, dan pemberdayaan masyarakat pesisir khususnya untuk nelayan lokal di wilayah timur operasional bisnis Aruna.
Baca juga : Pemerintahan Berikutnya Diharapkan Beri Fokus ke Nelayan Tradisional
“Kami ingin nelayan Indonesia semakin sejahtera dan dapat merasakan langsung manfaat yang kami berikan. Semoga, kolaborasi Aruna dan USAID dalam program Ber-Ikan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh nelayan Aruna di lapangan, serta mendukung upaya KKP dalam mewujudkan perikanan berkelanjutan,” ujar Utari Octavianty, Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna.
Kolaborasi Aruna bersama USAID memperkuat komitmen SEA Pledge Aruna untuk memberikan solusi dari tantangan di sektor perikanan, khususnya untuk mewujudkan ekosistem laut yang sehat, termasuk melindungi spesies laut yang terancam punah melalui praktik perikanan berkelanjutan serta memajukan perikanan skala kecil dengan cara mempromosikan dan memberikan akses pasar yang luas untuk komoditas tangkapan nelayan Aruna.
Program itu juga melibatkan masyarakat pesisir lainnya, seperti perempuan, pemuda, masyarakat adat, dan kelompok minoritas, khususnya dalam hal peningkatan kemampuan guna memperkuat mata pencaharian mereka.
“Aruna percaya bahwa melalui program ini, Aruna dapat mewujudkan misi perusahaan untuk mencapai keberlanjutan di bidang perikanan #SEAForAll,” pungkas Utari. (Z-5)
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan regulasi baru untuk mempermudah layanan perizinan usaha di sektor perikanan.
DOSEN UGM mengomentari penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value di AS yang diimpor dari perusahaan Indonesia karena mengandung radioaktif.
MENYONGSONG satu abad kemerdekaan Indonesia, kedaulatan pangan menjadi agenda prioritas yang wajib dimenangkan.
SEBANYAK 50 Ketua DPD KNTI se-Sumatra dan Koperasi Perikanan melaksanakan Rapat Konsolidasi penguatan simpul jaringan koperasi perikanan di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pengobatan HIV/AIDS di delapan negara akan segera habis akibat pemotongan dana dari program USAID.
USAid dilaporkan telah menghancurkan dokumen rahasia dalam jumlah besar di kantor pusat mereka di Washington DC.
Kemenkes: pencegahan dan pengendalian penyakit tropis memerlukan sinergi global.
Kemitraan dengan sektor swasta bisa jadi alternatif, yakni perusahaan berkontribusi melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mendukung inisiatif kemanusiaan dan pembangunan.
PENUTUPAN lembaga pendonor bantuan Amerika Serikat, United States Agency for International Development (USAID), diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah agar tidak bergantung pada bantuan asing.
Dalam wawancara terbaru dengan Fox News, Donald Trump mengkritik USAID, menuduh badan tersebut menyalahgunakan dana tanpa bukti konkret.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved