Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEHARI menjelang waktu pemilihan umum (pemilu), mayoritas harga pangan mengalami kenaikan di rata-rata wilayah Indonesia, pada Selasa (13/2). Melansir panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa 12 Februari 2024 per 11.30 WIB, kenaikan harga terjadi pada sebanyak 12 komoditas pangan, seperti beras premium, beras medium, kedelai biji kering (impor), cabai merah keriting, cabai rawit merah, daging sapi murni, daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng kemasan sederhana, tepung terigu (curah), jagung, dan ikan kembung.
Beras premium mengalami kenaikan Rp90 dari harga kemarin menjadi Rp15.840 per kilogram. Kemudian beras medium mengalami kenaikan Rp70 dari harga kemarin menjadi Rp13.900 per kilogram. Lalu harga kedelai biji kering (impor) mengalami kenaikan Rp20 dari harga kemarin menjadi Rp13.400 per kilogram.
Selanjutnya, cabai merah keriting mengalami kenaikan Rp1.610 dari harga kemarin menjadi Rp55.180 per kilogram. Di sisi lain, cabai rawit merah mengalami kenaikan Rp1.280 dari harga kemarin menjadi Rp47.890 per kilogram.
Baca juga : Jelang Ramadan, Pemprov DKI Diminta Waspadai Lonjakan Harga Pangan
Kemudian, daging sapi murni mengalami kenaikan Rp540 dari harga kemarin menjadi Rp134.490 per kilogram. Daging ayam ras juga mengalami kenaikan sebanyak Rp260 menjadi Rp36.360 per kilogram. Sedangkan telur ayam ras mengalami kenaikan Rp220 menjadi Rp28.730 per kilogram.
Berikutnya, minyak goreng kemasan sederhana juga mengalami kenaikan Rp40 menjadi Rp17.460 per liter. Selanjutnya tepung terigu (curah) mengalami kenaikan Rp10 menjadi Rp10.600 per kilogram. Begitu pun dengan jagung yang naik Rp160 menjadi Rp8.690 per kilogram dan ikan kembung naik Rp170 menjadi Rp37.060.
Adapun komoditas pangan yang mengalami penurunan harga ialah bawang merah, bawang putih bonggol, gula konsumsi, ikan tongkol, ikan bandeng, garam halus beryodium, dan tepung terigu kemasan (noncurah). Bawang merah mengalami penurunan harga sebesar Rp40 menjadi Rp33.060 per kilogram. Bawang putih mengalami penurunan Rp30 menjadi Rp38.500 per kilogram serta gula konsumsi turun Rp50 menjadi Rp17.480 per kilogram.
Baca juga : Lonjakan Komoditas Pangan Dibayangi Pelemahan Kurs Rupiah
Sedangkan untuk ikan tongkol mengalami penurunan sebesar Rp290 menjadi Rp32.010 per kilogram. Ikan bandeng mengalami penurunan Rp220 menjadi Rp33.240 per kilogram. Garam halus beryodium yang turun Rp30 menjadi Rp11.610 per kilogram. Terakhir tepung terigu kemasan (noncurah) yang turun Rp20 menjadi Rp13.430 per kilogram.
Adapun harga minyak goreng curah tetap stabil di angka Rp15.210 per liter. (Z-2)
Baca juga : Pastikan Stok Aman, Kementan Kawal dan Pantau Ketersediaan di Kalteng
Menjelang bulan suci Ramadan 2026, aktivitas perdagangan di Pasar Jatinegara belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Sidak ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi penimbunan, permainan harga, maupun kelangkaan bahan pangan
MENJELANG Perayaan Imlek dan Ramadan 2026, harga sejumlah bumbu dapur di Sungailiat, Bangka, Bangka Belitung (Babel), mengalami lonjakan.
MENJELANG Ramadan 2026, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Naikoten 1, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalami kenaikan.
HARGA sejumlah bahan pokok di Bandung masih tinggi atau berada di atas harga eceran tertinggi (HET).
Satgas Saber Pangan harus bekerja maksimal mencegah kecurangan harga pangan yang merugikan masyarakat.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved