Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Schneider Electric, perusahaan pengelolaan energi dan otomasi asal Prancis, mengumumkan investasi impact fund di SolarKita, perusahaan energi terbarukan di Indonesia. Investasi tersebut ditanamkan melalui Schneider Electric Energy Access Asia (SEEAA).
President of Schneider Electric Energy Access, Gilles Vermot Desroches berharap langkah tersebut dapat mendukung misi SolarKita untuk mempercepat implementasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Indonesia untuk segmen residensial dan rumah tangga.
“Schneider Electric Energy Access Asia sangat gembira dengan investasi kami di Indonesia dalam mendukung percepatan aksesibilitas solusi energi terbarukan baik bagi sektor komersil maupun residensial,” ucap Desroches melalui keterangan resmi, Kamis (18/1).
Baca juga: Menteri ESDM: Capaian Bauran Energi Sulit Terealisasi
Investasi ini diharapkan dapat membantu SolarKita menyediakan PLTS atap untuk lebih dari 200 rumah tangga dan menghindari potensi emisi karbon hingga 1.000 ton per tahun. Langkah itu jelas akan membantu Indonesia mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025.
"Energi surya dipercaya dapat menjadi tulang punggung sistem energi bersih di Indonesia. Dengan potensi diperkirakan mencapai lebih dari 3.200 GW, energi surya dapat menjadi pendorong tercapainya Net Zero Emission (NZE) dengan kontribusi sebesar 61 persen dari total sumber listrik pada tahun 2060," ucap Desroches.
Adapun sektor residensial memiliki peranan signifikan dalam penyerapan PLTS atap. Pasalnya, potensi pasar di sejumlah kota besar Indonesia seperti Jabodetabek, Surabaya, Jawa Tengah dan Bali diyakini dapat mencapai 34 GW hingga 116 GW.
Baca juga: Aksi Nyata Green Energy Terminal, PET Meraih Sertifikat Energi Terbarukan
SEEAA aktif berinvestasi pada perusahaan rintisan di negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara sejak 2019. Mereka memfokuskan pada negara-negara yang memiliki tujuan mendorong peningkatan akses terhadap energi yang terjangkau dan andal, serta mendorong percepatan transisi menuju energi terbarukan dan net-zero.
"Kami berkolaborasi dengan impact investor lainnya seperti New Energy Nexus agar dapat membantu lebih banyak orang untuk menjadi bagian dari perjalanan transformasi energi."
Asdapun, SolarKita, sebagai penerima pendanaan, adalah perusahaan yang fokus pada penyediaan PLTS atap bagi sektor hunian dan komersial. SolarKita menawarkan solusi terintegrasi mulai dari sistem pembiayaan, pemasangan, perawatan hingga skema insentif dari listrik yang diproduksi melalui sistem PLTS atap pelanggan.
Saat ini, SolarKita telah memasang sistem panel surya ke lebih dari 100 klien di segmen residensial dan komersial.
CEO SolarKita, Amarangga Lubis, mengatakan pendanaan yang diterima dari New Energy Nexus dan SEEAA akan digunakan untuk memperbaiki struktur biaya, meningkatkan kualitas produk dan layanan, meningkatkan penetrasi di pasar residensial, dan mengembangkan teknologi.
“Kami juga akan memperluas jaringan kemitraan dengan mitra pemasang dan penjualan di kota-kota lain di Indonesia sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Kami akan melakukan penetrasi pasar residensial dengan lebih cepat dan membantu setiap pelanggan untuk menggunakan energi surya dengan cara yang paling mudah dan nyaman," tandasnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Pengembangan PLTSa akan memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Strategi pengolahan sampah menjadi energi listrik
Proyek instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan yang di Makassar mendapat penolakan warga.
Pemerintah Indonesia mengajukan 34 proyek transisi energi dalam forum pertemuan tingkat menteri Asia Zero Emission Community (AZEC) 2024 di Jakarta.
Eskalasi konflik ini langsung menarik perhatian dunia akan gangguan rantai pasok logistik global yang bisa menekan ekonomi banyak negara.
Memasuki usia ke-19 tahun, PT Pertamina Gas (Pertagas) menegaskan perannya dalam mendukung transisi energi nasional melalui penyediaan gas bumi yang andal, aman, dan berkelanjutan.
IESR-Kemenko Perekonomian Luncurkan Kajian Implementasi Program PLTS 100 GW
Proyek Waste-to-Energy (WTE) Danantara kini memasuki fase penentuan menjelang pengumuman pemenang lelang tahap pertama yang dijadwalkan pada Februari 2026.
Dalam tradisi Tiongkok kuno, feng shui berkembang sebagai sistem penataan ruang berbasis pengelolaan energi (qi) untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kekuasaan.
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved