Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia memperkirakan tingkat inflasi umum secara tahunan di 2024 akan mencapai 3,20%. Angka tersebut meningkat dibanding inflasi tahun ini yang diproyeksikan di angka 2,84%.
"Kami perkirakan tahun depan juga masih akan terkendali meskipun agak sedikit meningkat karena memang harga energi dan pangan global, tapi masih terkendali dalam kisaran 2,5% plus minus 1%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja Rancangan Anggaran Tahunan BI bersama Komisi XI DPR, Senin (13/11).
Perry memastikan bank sentral akan berupaya menjaga tingkat inflasi tahun depan di tengah tren kenaikan harga energi dan pangan global. Itu akan ditempuh melalui kebijakan moneter yang mendukung pengendalian inflasi umum dalam negeri.
Baca juga : BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75%
Hal tersebut meliputi kebijakan suku bunga acuan, pengendalian nilai tukar rupiah, dan memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/D) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang akan dilakukan oleh 46 kantor wilayah BI.
Adapun untuk tahun ini Perry memproyeksikan tingkat inflasi umum akan ada di angka 2,84%. Itu berdasarkan hitungan realisasi inflasi hingga triwulan III 2023 yang tercatat 2,28%. "Sekarang di triwulan III inflasi itu 2,28% di akhir triwulan III, dan akan 2,56% di triwulan IV dan secara keseluruhan 2,84%, sehingga ini terkendali dalam sasaran 3% plus minus 1%," terangnya. (Z-4)
BPS juga menyoroti bahwa Februari 2026 bertepatan dengan momen Ramadan. Berdasarkan historis lima tahun terakhir, inflasi selalu terjadi saat Ramadan dengan besaran yang berfluktuasi.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved