Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISET dari Center of Reform on Economics (CoRE) Yusuf Rendy Manilet menilai perlu dukungan pemerintah bagi kelas menengah di saat perekonomian mengalami tekanan. Sebab, masyarakat yang ada di golongan tersebut kerap luput dari perhatian padahal mengalami tantangan yang sama.
Opsi memperluas jaring pengaman sosial untuk masyarakat kelas menengah dianggap perlu dalam kondisi tertentu. "Karena kelompok inilah yang relatif tertekan karena mereka tidak mendapatkan bantuan dan pendapatan mereka tidak cukup tinggi untuk misalnya merespons kondisi syok dari perekonomian di kondisi tertentu," ujar Yusuf saat dihubungi, Kamis (9/11).
Opsi selain memperluas jaring pengaman sosial ialah mendorong pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mendorong industri manufaktur untuk bisa tumbuh lebih tinggi dan menyerap tenaga kerja.
Baca juga: Pemerintah Targetkan Bauran EBT 23% pada 2024
Sektor jasa juga dinilai prospektif dalam hal pembukaan lapangan kerja. Salah satu yang berpotensi ialah kepariwisataan. Yusuf menilai persyaratan yang relatif mudah di sektor tersebut dapat menjadi peluang pekerjaan bagi masyarakat menengah yang saat ini bekerja di sektor informal.
Kondisi masyarakat kelas menengah juga dinilai belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi covid-19 dan dinamika perekonomian global. Pemulihan terjadi secara berbeda di tiap kelompok pendapatan masyarakat.
Baca juga: Ekonomi Filipina Kuartal Ketiga Tumbuh Lampaui Perkiraan
Masyarakat miskin relatif terjaga karena ada dukungan dari pemerintah yang dilakukan secara periodik. Kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dinilai memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memulihkan kondisi ekonominya karena memilik pendapatan yang lebih tinggi.
Sedangkan kelompok menengah berada dalam himpitan. "Mereka harus melakukan penyesuaian ketika pemerintah tidak lagi menyalurkan bantuan (selama pandemi) kepada kelompok ini. Artinya, mereka melakukan penyesuaian dalam konteks menahan konsumsi yang dinilai tidak terlalu perlu dan memfokuskan konsumsi kepada kebutuhan yang dianggap primer," terang Yusuf.
Masyarakat kelas menengah juga banyak yang bekerja di sektor informal, bahkan jumlahnya lebih besar dibanding sebelum pandemi covid-19. Kondisi itu dapat dimaknai bahwa kelompok tersebut belum sepenuhnya pulih dan cukup rentan bila terjadi guncangan dalam perekonomian.
"Masih ada kelompok masyarakat yang belum kembali bekerja di sektor formal dan mereka punya kecenderungan bisa terdampak ketika ada syok perekonomian dalam berbagai bentuk, katakan lah dalam hal kenaikan harga barang di periode tertentu," ujar Yusuf.
"Hal ini karena mereka yang bekerja sektor informal pada umumnya itu ada yang secara pendapatan relatif tidak stabil. Artinya, mereka tidak bisa disamakan dengan pekerja di sektor formal yang umumnya misalnya mendapatkan upah setiap bulan ketika bekerja," pungkasnya. (Z-2)
ASURANSI jiwa tradisional jangka panjang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia lanjut. Layanan ini juga diharapkan menjaga finansial berkelanjutan bagi keluarga.
Prioritas diri kelas menengah Indonesia juga bergeser dari Look Good menjadi Feel Good. Mereka tidak lagi mengejar validasi, melainkan ketenangan dan keseimbangan dalam hidup.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
ASURANSI jiwa seumur hidup dihadirkan untuk memberikan perlindungan finansial kepada pemegang polis seumur hidup. Ini menyasar kelas menengah yang pasarnya belum tersentuh.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyebut warga yang berada pada golongan kelas menengah atas di Jakarta semakin kaya saat ini. Gini Ratio Meningkat,
Pemerintah didorong untuk menginisiasi kebijakan yang bisa mendukung penciptaan lapangan kerja. Hal itu dinilai lebih baik dan krusial ketimbang menjalankan program Bantuan Subsidi Upah.
98 Resolution Network meluncurkan program Warga Peduli Warga dengan aksi nyata membagikan sembako kepada masyarakat.
Pemerintah didorong bisa mencari titik seimbang guna menjaga daya beli masyarakat. Itu diperlukan agar komponen pengeluaran penyumbang terbesar pada PDB tak mengalami penurunan signifikan.
Acara ini merupakan pengakuan penting terhadap upaya kolaboratif antara FAO, Kemtan, dan Universitas IPB dalam menghadapi tantangan unik yang dihadirkan oleh pandemi.
Tujuannya untuk menekan kenaikan inflasi, utamanya pada komponen pangan bergejolak (volatile food).
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) terus menyinergikan program dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengejar target pengentasan kemiskinan di Tanah Air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved