Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pejabat senior bank sentral Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Selasa (7/11) bahwa ia memperkirakan penaikan suku bunga lagi akan diperlukan untuk menurunkan inflasi lebih lanjut. Padahal para pejabat mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir mereka.
Keputusan Federal Reserve pada Rabu lalu untuk mempertahankan suku bunga pada level tertinggi dalam 22 tahun telah memicu harapan bahwa para pembuat kebijakan mungkin akan menaikkan suku bunganya. Namun Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan dalam sambutannya di Ohio, "Saya terus memperkirakan bahwa kita perlu menaikkan suku bunga dana federal lebih lanjut untuk menurunkan inflasi ke target dua persen pada waktu yang tepat."
Hal ini terjadi di tengah, "Tingkat ketidakpastian yang luar biasa tinggi mengenai perekonomian," dengan revisi data dan risiko geopolitik, kata Bowman, yang juga duduk di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk mengatur tingkat suku bunga.
Baca juga: Dewan IMF Setujui Langkah Meningkatkan Sumber Pinjaman
Meskipun Amerika Serikat mengalami penurunan inflasi dari puncaknya pada tahun lalu, Bowman mencatat bahwa angka inflasi terkini tidak merata. "Saya melihat risiko berkelanjutan bahwa inflasi jasa inti tetap bertahan," tambahnya. Ia mengacu pada ukuran inflasi yang tidak mencakup komponen-komponen mudah berubah seperti pangan dan energi.
Dia juga menggarisbawahi bahwa meskipun data seperti perolehan lapangan kerja kadang-kadang direvisi lebih rendah, rata-rata pendapatan per jam telah direvisi naik. Semua ini, katanya, mempersulit tugas memprediksi perekonomian akan berubah.
Baca juga: Impor Amerika Serikat Naik Lebih Besar daripada Ekspor pada September
Saat mengumumkan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada Rabu lalu, Ketua Fed Jerome Powell menambahkan bahwa proses penurunan inflasi secara berkelanjutan hingga dua persen masih memerlukan perjalanan panjang. Dia menambahkan bahwa The Fed tidak memikirkan penurunan suku bunga untuk saat ini.
Meskipun kondisi keuangan semakin ketat, sebagian disebabkan imbal hasil obligasi jangka panjang, Bowman pada Selasa memperingatkan bahwa hal ini dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan kondisi.
"Saya tetap bersedia mendukung penaikan suku bunga dana federal pada pertemuan mendatang," katanya. Ini dilakukan jika data yang masuk menunjukkan bahwa kemajuan dalam inflasi terhenti atau tidak mencukupi. (AFP/Z-2)
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% bulan ini menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, dibuka menguat seiring harapan pelaku pasar bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved