Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Institute for Development for Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai, pemerintah memiliki dua opsi untuk mengamankan stok beras tahun depan. Kedua opsi tersebut ialah mempercepat realisasi impor di sisa tahun ini dan melakukannya secara bertahap pada 2024.
Hal itu berkaitan dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang memproyeksikan adanya penurunan produksi beras di tahun ini sebanyak 645,9 ribu ton, dari 31,54 juta ton di 2022 menjadi 30,90 juta ton di 2023.
“Kondisi tersebut pasti akan mengganggu keamanan stok beras kita. Pilihannya adalah melakukan impor di sisa tahun ini atau tahun depan dengan bertahap. Namun perlu juga dipertimbangkan agar impor yang dilakukan itu tidak merusak harga di tingkat petani,” jelas Tauhid saat dihubungi, Senin (16/10).
Baca juga: 498 Ton Beras Impor Masuk Lamongan
Kendati tahun ini produksi beras diproyeksikan lebih rendah, dia meyakini kebutuhan beras konsumsi tahun ini dapat terpenuhi. Menurutnya, Indonesia masih akan mengalami surplus beras di 2023. Hanya, surplus itu tidak sepenuhnya berada di tangan konsumen.
Dari data yang dimilikinya, surplus beras nasional yang ada di tangan konsumen berkisar 50% dari total surplus beras. Sedangkan sisanya berada di pedagang dan pemerintah. Kondisi tersebut juga disebut dapat menjadi tantangan lantaran beras yang ada di pedagang kemungkinan tak tersalurkan ke konsumen untuk menjaga stok.
Baca juga: Amankan Stok Beras, Pemerintah Impor 2 Juta Ton hingga Akhir Tahun Ini
“Karena kepemilikan surplus tidak bisa dipindahtangankan, dugaan saya tahun depan impor. Karena Januari masuh kurang untuk di perdagangan meski pada Januari-Mei itu ada panen besar. Tapi dengan kondisi ini kemungkinan besar akan dilakukan impor di akhir 2024 nanti,” jelas Tauhid.
Dia menambahkan, pemenuhan stok beras untuk tahun depan juga kian menantang. Sebab, diperkirakan akan ada peningkatan konsumsi beras seiring terselenggaranya Pemilihan Umum 2024. Belum lagi, terdapat potensi masa panen yang tertunda karena El Nino yang terjadi saat ini.
Karenanya, keputusan pemerintah untuk kembali membuka keran impor beras sebanyak 1,5 juta ton dinilai rasional. Tauhid menilai jumlah tersebut dapat mencukupi kebutuhan beras di tahun depan. “1,5 juta ton itu cukup. Timing dan distribusi itu permasalahannya. Beras ini distribusinya yang kerap bermasalah,” pungkas dia. (Mir/Z-7)
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memberikan harapan membuncah bagi masyarakat terkait stok bahan pangan melimpah sampai Lebaran 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebanyak 22 ton beras Bulog yang tersimpan di shelter Posko Bencana Lanud Iskandar Muda. Beras itu disiapkan untuk dibawa ke Takengon, Aceh Tengah.
Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Dodi Syarial di Bengkulu, mengatakan, pasokan pangan menjelang Nataru di Provinsi Bengkulu, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji, kelangkaaan dapat terjadi karena fenomena El Nino atau memang stok beras yang diproduksi belum memadai.
HARGA beras di sejumlah pasar di Kota Bengkulu, Bengkulu, semakin mahal selama beberapa bulan terakhir akibat keterbatasan hasil produksi beras lokal.
HARGA beras lokal di pedagang Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, naik lagi mulai akhir pekan lalu. Sekarang, harga beras ini naik Rp1.000 per kilogram.
Sejumlah pasar tradisional di Kota Batam seperti di Pasar Tos 3000, Penuin, Bengkong, dan Tiban mendapati harga kebutuhan pokok khususnya beras naik. Beras medium di antaranya IR 64
Harga beras kemasan ukuran 5 dan 10 kilo gram di Palu, Sulawesi Tengah, kembali mengalami kenaikan. Tingginya modal pedagang menjadi penyebab.
Hal ini untuk menyelesaikan persoalan beras impor yang menggunung, padahal banyak beras hasil varietas unggul lokal yang belum terserap oleh Bulog.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved