Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama ID Food Frans Marganda Tambunan menegaskan pemerintah berupaya memastikan ketersediaan stok beras aman hingga akhir tahun. Upaya tersebut dengan mengimpor dua ju\ta ton beras hingga akhir tahun. Penugasan ini dilakukan oleh perusahaan Umum (Perum) Bulog.
Tahun depan, Bulog juga dikatakan akan mengimpor satu juta ton beras untuk mengantisipasi dampak kekeringan dari El Nino yang berimbas pada produksi padi dalam negeri.
"Dalam mengantisipasi ketersediaan pangan akhir tahun dan awal tahun (2024), pemerintah melakukan importasi dari beberapa negara. Setahu saya ada dua juta ton (impor) plus satu (juta ton) untuk mengantisipasi efek El Nino juga," kata Frans dalam agenda Ngopi BUMN, Jakarta, Selasa (10/10).
Baca juga : Penguatan Satu Data Beras Nasional Bisa Sejahterakan Petani
Dilansir laman resmi Badan Pangan Nasional, saat ini stok beras yang ada di Bulog tercatat sebesar 1,7 juta ton, yang terdiri dari cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,67 juta ton dan stok komersil sekitar 69 ribu ton.
Sementara penyaluran beras mencapai angka 1,7 juta ton yang digunakan antara lain realisasi stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 799 ribu ton.
Baca juga : 27 Ribu Ton Beras Impor dari Vietnam Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok
Frans menambahkan, pemerintah tengah menyalurkan bantuan pangan beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Bantuan ini ditargetkan diberikan kepada 21,3 juta kelompok penerima manfaat (KPM).
"Kami dengan Bulog melaksanakan bantuan pangan beras sejumlah 10 kilogram per kepala keluarga ke-21 juta keluarga penerima manfaat, dan sekarang sudah masuk tahap kedua," pungkas Frans.
Upaya lainnya untuk memastikan ketersediaan stok beras ke masyarakat ialah Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan itu menggelar bantuan pangan pemerintah untuk penanganan stunting di tujuh wilayah dari tujuh wilayah yang menjadi target penyaluran. (Z-5)
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Naiknya CBP menjadi 4 juta ton karena produksi di tahun depan diperkirakan meningkat ketimbang tahun ini.
MENTERI Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman meminta agar persoalan stok beras cadangan pemerintah yang mengalami penurunan mutu dan rusak dilihat secara proporsional
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Sonny T Danaparamita mempertanyakan tingginya harga beras di pasaran. Padahal, stok cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat melimpah yakni mencapai 3,9 - 4 juta ton.
Ombudsman RI menduga adanya maladministrasi dalam tata kelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan potensi kerugian negara mencapai Rp7 triliun.
Pemerintah menargetkan hingga akhir Desember 2025 dapat menggelontorkan 1,3 juta ton beras SPHP dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) masih dalam angka aman. Sebelummya diberitakan beras premium dan medium mulai langka
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved