Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beras di sejumlah pasar di Kota Bengkulu, Bengkulu, semakin mahal selama beberapa bulan terakhir akibat keterbatasan hasil produksi beras lokal.
Jum, 49, pedagang beras di pasar Panorama, Kota Bengkulu, mengatakan, harga beras selama beberapa bulan terakhir semakin mahal mulai dari beras jenis premium akibat keterbatasan hasil produksi beras lokal.
"Saat ini, harga beras di Kota Bengkulu, untuk premium mencapai Rp15 ribu per kilogram dan Rp25 ribu per cupaknya atau berat 1,6 kilogram," katanya.
Baca juga : Harga Beras Lokal Naik di Pasar Gedhe Klaten
Untuk kondisi seperti ini, lanjut dia, seharusnya pemerintah perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kenaikan harga beras agar tidak memberatkan masyarakat terutama mereka yang berpenghasilan rendah.
Saat ini, pasokan beras yang ada di pasaran berasal dari Provinsi Bengkulu, yakni berasal dari Lampung.
Untuk mendapatkan beras lokal seperti beras Lebong, Seginim dan beras lokal lainnya sangat sulit didapatkan atau langka.
Baca juga : Harga Beras di Palu Kembali Naik
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful, menjelaskan, bahwa kenaikan harga beras yang semakin tinggi disebabkan oleh keterbatasan hasil produksi dalam negeri.
"Kenaikan harga beras terjadi secara bertahap akibat keterbatasan produksi dalam negeri," imbuhnya.
Kenaikan harga beras saat ini, kata dia, melebihi harga eceran tertinggi terjadi karena tidak seimbangnya antara kebutuhan dalam negeri dan hasil tanam padi di Indonesia.
Baca juga : Harga Beras Medium dan Premium di Cianjur Terus Naik
Kenaikan beras menjadi masalah nasional akibat harga beras terus naik sementara ketersediaan dalam negeri terbatas.
Ketersediaan beras dipengaruhi oleh menyempitnya lahan pertanian dan kurang optimalnya proses hilirisasi. Selain itu, banyak hasil gabah kering diekspor ke luar negeri. (MY/Z-7)
Baca juga : Kenapa Harga Beras Melambung? Ini Jawab Erick Thohir
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
UPAYA Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Pasar Murah Rakyat melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan harga.
Harga komoditas cabai keriting mengalami penurunan dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.
HARGA ayam dan komoditas cabai merah keriting di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan.
Disnakeswan Provinsi Bengkulu, telah menyalurkan sebanyak 19.400 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat ke sepuluh kabupaten/ kota yang ada sebagai upaya pencegahan wabah pada hewan ternak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, mendapatkan sebanyak 1.172 unit Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026.
Virus Nipah dapat ditularkan melalui hewan, salah satunya kelelawar, yang kerap mengonsumsi buah-buahan di alam terbuka.
Ternak yang terserang tersebut, tersebar ditiga kecamatan yakni Tanjung Kemuning, sebanyak 83 ekor, Padang Guci Hilir, 6 ekor dan Luas, 42 ekor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved