Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PANEL OPEC+ pada Rabu (4/10/2023) merekomendasikan agar kartel minyak tersebut mempertahankan strategi pengurangan produksinya saat ini. Hal itu disampaikan setelah negara-negara besar Arab Saudi dan Rusia berjanji mempertahankan pengurangan produksi mereka untuk menopang harga.
Harga minyak pulih dalam beberapa bulan terakhir dan mendekati US$100 per barel pada minggu lalu karena produsen utama Arab Saudi dan Rusia telah mengurangi jutaan barel dari pasar. Harga minyak mentah sejatinya juga menurun dalam beberapa hari terakhir, karena kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi dan suku bunga yang tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama di Amerika Serikat dan Eropa.
Dalam pernyataan setelah pertemuan virtual, OPEC+ mengatakan Komite Pemantau Bersama Kementerian (JMMC) menegaskan kembali komitmen negara-negara anggotanya untuk mempertahankan strategi pengurangan produksinya tetap berlaku hingga akhir 2024. Panel tersebut menambahkan bahwa mereka siap mengambil tindakan tambahan kapan saja tergantung pada kondisi pasar.
Baca juga: PBB tidak Pesimistis Menilai Suramnya Ekonomi Tiongkok
JMMC juga memuji usaha Arab Saudi yang secara sukarela mengurangi produksinya sebesar satu juta barel per hari (bph) sejak Juli. Kementerian Energi Saudi mengonfirmasi bahwa pemotongan sukarela itu akan berlanjut hingga akhir 2023.
Ia menambahkan bahwa produksi kerajaan akan berjumlah sekitar sembilan juta barel per hari pada November dan Desember. Rusia akan mempertahankan pengurangan ekspor sekitar 300.000 barel per hari hingga Desember, kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak di saluran Telegram pemerintah. Baik Riyadh maupun Moskow menekankan bahwa mereka akan meninjau kembali pengurangan produksi mereka bulan depan untuk memutuskan akan makin mengurangi atau meningkatkan produksi.
Baca juga: Perekrutan Karyawan Swasta di AS Alami Perlambatan Tajam
Pertemuan JMMC berikutnya dijadwalkan pada 26 November sebelum pertemuan tingkat menteri, menurut pernyataan dari kelompok tersebut. JMMC tidak punya wewenang untuk mengambil keputusan tetapi membahas kondisi pasar dan membuat rekomendasi, yang kemudian secara formal dibahas dan diputuskan pada pertemuan tingkat menteri organisasi tersebut. (AFP/Z-2)
PT Pertamina Hulu Energi memproduksi hingga 566 ribu barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD) hingga akhir tahun lalu. Jumlah ini sebesar 68% produksi minyak mentah nasional.
Pemboran hari ini bakal menghasilkan 1.203 barel minyak per hari dan 14,58 juta meter kubik gas setara minyak per hari.
HARGA minyak dunia turun lebih dari 2% setelah produsen OPEC+ menyetujui pengurangan produksi minyak secara sukarela.
OPEC+ kembali bertemu kemarin, dan setuju untuk melakukan pengurangan kembali yang lebih dalam karena harga minyak terus turun, meskipun diprediksi naik pada tahun depan.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan, mengikuti sesi sebelumnya pada Rabu (29/11/2023).
HARGA minyak dunia meningkat jelang kenaikan menjelang pertemuan OPEC+ pada akhir pekan ini.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan skema kerja bekerja dari rumah (work from home) atau WFH dampak dari kenaikan harga minyak.
Airlangga menilai, penerapan WFH berpotensi memberikan penghematan signifikan terhadap konsumsi bahan bakar, khususnya dari sektor transportasi.
Hubungan AS-Inggris memanas. Presiden Trump sebut Inggris mengecewakan karena enggan terlibat aktif dalam pengamanan Selat Hormuz.
HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir.
Bursa Asia rontok setelah IRGC ancam harga minyak tembus US$200. Nikkei dan KOSPI anjlok di atas 7% akibat kekhawatiran inflasi global pasca serangan AS-Israel ke Iran.
Harga minyak dunia melonjak tajam pada Jumat setelah meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved