Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMAR Dagang Swiss (SwissCham) bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara resmi meluncurkan Jaringan Indonesia Sustainability 4.0 pada Selasa (26/9).
Acara berlangsung di Kadin Tower Lounge, Jakarta, dan dihadiri oleh tamu-tamu terhormat, termasuk oleh H.E. Olivier Zehinder, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Yanuar Nugroho, Ph.D., Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Selain itu, hadir pula Arsjad Rasjid, Ketua Umum Kadin, Shinta Kamdani, Wakil Ketua Koordinator Kadin, dan Christophe Piganiol, Head of Sustainability and Innovation Sectoral Group SwissCham dan Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari, serta para tamu kehormatan.
Baca juga: Kadin Optimistis Volume Perdagangan Indonesia-Ceko Akan Terus Meningkat
Sebanyak 90 perusahaan dan UKM menunjukkan dukungan dan komitmen kuat mereka terhadap Indonesia Sustainability 4.0 Network dengan berpartisipasi dalam acara penandatanganan ikrar.
Tindakan simbolis ini mencerminkan dedikasi terhadap keberlanjutan dan pendekatan visioner mereka terhadap kolaborasi.
Jaringan ini akan menampilkan program yang komprehensif dan berkesinambungan, termasuk sesi pendidikan, pelatihan, dan lokakarya; kolaborasi proyek; serta business needs matching.
Jaringan Indonesia Sustainability 4.0 akan memfasilitasi kegiatan dan inisiatif terkait SDGs yang disebutkan di atas, termasuk namun tidak terbatas pada pengakuan melalui berbagai program penghargaan, knowledge sharing, acara jejaring, dan proyek kolaboratif.
Baca juga: Jakarta Energy Forum Gandeng KADIN Dorong Transisi Energi di Kalangan Pelaku Usaha
Didukung oleh komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, jaringan ini merupakan bukti dedikasi yang kokoh terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Hasil dari kegiatan-kegiatan ini akan terwujud dalam beberap bentuk kerjasama yang mendorong dampak positif dan lebih besar pada empat bidang utama: mempromosikan pemimpin perempuan dalam keberlanjutan (SDG 5), meningkatkan akses terhadap air bersih (SDG 6), memajukan transisi energi bersih dan mencapai emisi net-zero (SDG 7), serta mengurangi dan menggunakan kembali plastik (SDG 12).
“Kerja sama semua sektor termasuk masyarakat sipil, akademisi, sektor publik, dan negara tidak hanya diperlukan tetapi juga mendesak untuk berhasil mencapai tujuan universal SDG 2030,” ujar H.E. Olivier Zehnder, Duta Besar Swiss untuk Indonesia.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Wakil Ketua Koordinator III Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia), Shinta Kamdani.
Baca juga: Kadin Yakin Lawatan Presiden ke Jerman Berdampak Besar
“Keberlanjutan bukanlah sebuah perjalanan tunggal. Keberhasilannya dapat ditingkatkan melalui tindakan kolektif yang merupakan kunci menuju masa depan berkelanjutan. Ini adalah tentang tanggung jawab bersama, bagaimana kita semua bekerja secara kolektif, membangun jaringan dan kolaborasi yang berorientasi pada tindakan antar industri sebagai implementasi SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan,” papar Shinta.
“Jaringan ini merupakan perluasan inisiatif B20 Sustainability 4.0 Awards bersama mitra lainnya dengan tujuan mempercepat implementasi SDGs. Melalui jaringan ini, KADIN sebagai suara dunia usaha berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi menjembatani kesenjangan besar dalam pendanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan SDGs.” jelasnya.
Baca juga: KADIN DKI Jakarta Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Gelar Bazar Murah di Jaktim“
Konsep pembentukan Jaringan Indonesia Sustainability 4.0 berakar pada komitmen kuat panitia B20 Sustainability 4.0 Awards, sebuah acara bergengsi yang diadakan pada tahun sebelumnya, yang melibatkan lebih dari 700 individu dari kalangan korporasi dan UKM," ujar Christophe Piganiol, penggagas Jaringan Indonesia Sustainability 4.0 yang menjabat sebagai Head of Sustainability & Innovation SwissCham sekaligus Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari.
. Banyak UKM yang mempunyai ide cemerlang namun kekurangan pendanaan dan peluang untuk berkembang, sehingga dampaknya terbatas," jelas Christophe Piganiol.
"Sebaliknya, sektor korporasi memiliki platform dan pendanaan yang besar. Dengan platform ini, kami berharap dapat menjembatani kesenjangan tersebut dan menciptakan dampak yang lebih signifikan,” jelas Christophe Piganiol.(RO/S-4)
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
PERAN Iran versus Israel dan Amerika akan memberi dampak besar bagi Indonesia. Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Probo Darono Yakti menjelaskan
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
TIGA wakil ganda Indonesia berhasil mengamankan tiket babak 16 besar SwisTerbuka 2026 atau Swiss Open memetik kemenangan pada hari pertama turnamen di St. Jakobshalle, Basel, Selasa (10/3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi keanggotaan Indonesia di Board of Peace setelah AS dan Israel menyerang Iran
Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi UI untuk memperkuat perannya sebagai kampus unggul dan berdampak luas. “
Melalui kerja sama ini, program pelatihan, riset bersama, dan pengembangan kurikulum desain chip di universitas dapat diperkuat.
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved