Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Tiongkok melakukan kunjungan ke stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Halim di Jakarta.
Kedatangan Kadin Tiongkok dan Indonesia ini sekaligus untuk menjajal kereta cepat pertama di Asia Tenggara.
Perjalanan yang diselenggarakan oleh China Railway Group Limited (CREC) ini dimulai dari stasiun KCJB Halim menuju stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung pada Pukul 09.00 WIB pada Sabtu (16/9). Perjalanan dari Halim ke Tegalluar menghabiskan waktu sekitar 45 menit.
Baca juga: Kemenhub Siapkan Aplikasi Pemesanan Integrasi Tiket Angkutan Umum, Pertama di Dunia
Rombongan terlihat menikmati perjalanan ke Bandung menggunakan kereta cepat yang aman, nyaman serta tanpa guncangan.
Kecepatan Lebih dari 350 Km Per Jam
Tidak sedikit dari mereka yang mengabadikan perjalanan yang ditempuh dengan kecepatan lebih dari 350 km/jam.
General Manager CREC Indonesia untuk Proyek KCJB, Wang Kun sempat memberikan sambutan sebelum kereta mengantarkan penumpang ke Tegalluar. Wang meminta semua penumpang untuk menikmati perjalanan menggunakan kereta cepat.
Baca juga: Menhub: Antusiasme Warga Jajal kereta Cepat Luar Biasa
KCJB diketahui memiliki empat stasiun pemberhentian, yakni Halim, Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Stasiun Halim dan Karawang dibangung oleh PT Wijaya Karya (WIKA) sedangkan konstruksi Stasiun Padalarang, Tegalluar ditambah Depo Tegalluar merupakan tanggung jawab CREC.
Keberadaan KCJB akan memangkas waktu tempuh dari dan menuju Jakarta-Bandung dari 3-4 jam menjadi 40 menit. Kehadiran kereta cepat ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Baca juga: Proyek Kereta Cepat Disebut Telah Melenceng Jauh
Presiden Joko Widodo bersama para menteri kabinet dan influencer telah menjajal KCJB sehari sebelumnya. Presiden menilai bahwa struktur dan infrastruktur KCJB dibangun dengan sangat baik.
"Saya tadi melihat bagus. (Kereta) nyaman dan pada kecepatan 350 tidak terasa sama sekali baik saat duduk ataupun saat saya berjalan. Sehingga ya ini lah peradaban," katanya. (RO/S-4)
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
PERAN Iran versus Israel dan Amerika akan memberi dampak besar bagi Indonesia. Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Probo Darono Yakti menjelaskan
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
TIGA wakil ganda Indonesia berhasil mengamankan tiket babak 16 besar SwisTerbuka 2026 atau Swiss Open memetik kemenangan pada hari pertama turnamen di St. Jakobshalle, Basel, Selasa (10/3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi keanggotaan Indonesia di Board of Peace setelah AS dan Israel menyerang Iran
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Iran intensifkan GPS spoofing menggunakan teknologi Beidou Tiongkok. Simak dampaknya bagi penerbangan militer AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved