Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Bulog, Budi Waseso, alias Buwas mengungkapkan pihaknya berencana akan meluncurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 1 kilogram (Kg) bagi masyarakat yang tidak mampu membeli beras kemasan 5 kg. Beras kemasan 1 kg tersebut akan segera direalisasikan secepatnya dan dijual dengan harga yang terjangkau, yakni Rp9.450 per kg.
“Bulog nanti akan membuat packaging (kemasan) yang 1 kiloan. Jadi masyarakat yang nanti tidak bisa membeli yang 5 kg, kita akan memberikan yang 1 kiloan,” kata Buwas saat melakukan sidak di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Senin (28/8).
Buwas menjelaskan, Perum Bulog sebelumnya telah memproduksi beras dengan kemasan 1 kg. Namun, kala itu banyak masyarakat yang tidak membutuhkan beras kemasan 1 kg sehingga Perum Bulog meniadakan beras dengan kemasan tersebut.
Baca juga: Diterpa El Nino, Bulog Pastikan tak akan Ada Tambahan Impor Beras
“Tetapi sekarang mungkin butuh, itu bisa kita adakan lagi,” ucapnya.
Kendati demikian, untuk sementara waktu pihaknya akan berfokus pada beras kemasan 5 kg. Karena saat ini kemasan 5 kg banyak dibutuhkan oleh masyarakat.
Baca juga: Kementan Jaga Stok Beras 1,2 juta ton Sampai November 2023
Adapun, beras SPHP kemasan 5 kg dijual dengan harga Rp47 ribu. Beras-beras ini bisa ditemukan di pasar rakyat maupun ritel modern.
Buwas menegaskan, Perum Bulog tidak lagi mendistribusikan beras dalam bentuk curah atau 50 kg mengingat pengalaman sebelumnya, harga beras menjadi lebih mahal di lapangan.
“Sekarang bentuk packaging 5 kiloan, kita tidak lagi mendistribusikan dalam bentuk curah atau 50 kilo,” ujarnya.
(Z-9)
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Seorang penjual beras di Pasar Mambo, Kabupaten Indramayu, Jana, mengungkapkan saat ini harga beras naik tipis, yaitu Rp200 per kilogram.
KENAIKAN harga beras lokal di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, hingga pekan ini masih bertahan tinggi. Penyaluran beras SPHP pun belum mampu menekan kenaikan harga beras di pasar.
Pemerintah memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) beras melalui Perum Bulog akan terus digencarkan.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Harga Eceran Tertinggi untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan mengalami kenaikan.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
Penyaluran dilakukan melalui beragam saluran. Di antaranya melalui toko retail, toko-toko beras di pasar, dan Koperasi Desa Merah Putih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved