Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengapresiasi keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan di angka 5,75%. Kebijakan itu dinilai sejalan dengan perkembangan perekonomian nasional saat ini.
"Kita lihat juga masih bisa menjaga inflasi di angka 3,3%," ujarnya saat dihubungi, Jumat (25/8).
Shinta mengatakan, dunia usaha mengharapkan bank sentral dapat terus mengontrol suku bunga acuan. Hal itu dimaksudkan agar kebijakan otoritas moneter dapat tetap mengiri momentum pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : BI Rate Kembali Ditahan
Konsistensi BI menjaga tingkat suku bunga juga menurutnya patut diapresiasi di tengah masih tingginya suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed). Bahkan, bank sentral Amerika Serikat itu telah menyatakan akan kembali menaikan suku bunga acuannya hingga 50 basis poin.
"The FED masih akan menaikan 25-50 basis point. Kemungkinan sampai akhir tahun 2023 dan di tahun 2024 baru akan turun secara bertahap. Sedangkan BI sendiri kecil sepertinya kemungkinannya untuk menurunkan suku bunga," pungkas Shinta.
Baca juga : Bank Indonesia akan Intervensi Valas
Diketahui sebelumnya, Bank Indonesia kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan di angka 5,75% berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (24/8).
Keputusan mempertahankan bunga acuan tersebut konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,0% plus minus 1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada 2024. (Z-4)
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
IHSG ditutup menguat ke posisi 9.134,70 pada Selasa (20/1). Simak analisis dampak ketegangan dagang AS-Eropa dan keputusan BI Rate
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Lonjakan harga emas dunia yang menembus level psikologis USD 4.700 per troy ons dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Kemendagri menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan sebagai kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan puasa Ramadan.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved