Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MERUJUK data Bank Indonesia, kredit konsumsi tumbuh 9,1% year on year menjadi Rp1.895,3 triliun pada Juni. Hal ini didorong pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 10,1% year on year menjadi Rp636,6 triliun.
Sedangkan, kredit kendaraan bermotor (KKB) naik 17,4% menjadi Rp127,1 triliun. Kredit multiguna naik 7,6% year on year menjadi Rp1.104,6 triliun.
Kredit konsumsi merupakan fasilitas yang diberikan kepada nasabah untuk memperoleh sesuatu, seperti mobil, motor, rumah, dan berbagai barang konsumsi. "Fasilitas ini juga murni atas dasar penghasilan debitur. Semakin meningkat kredit konsumsi tentu akan diiringi oleh tingkat keyakinan konsumen yang optimistis terhadap perekonomian dan kinerja penjualan eceran," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Selasa (15/8).
Baca juga: Impor Beras hingga Juli Capai 1,33 Juta Ton
Hal ini tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2023 sebesar 123,5 atau dapat dikatakan optimis bila lebih dari 100 dan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2023 sebesar 212,7, atau tumbuh positif sebesar 6,3% (yoy). Meningkatnya kredit konsumsi sejalan dengan indeks keyakinan konsumen dan kinerja penjualan eceran di zona optimis.
Hal itu memberikan indikasi pemulihan ekonomi dalam negeri pascacovid-19 tetap terjaga. Ini mendorong mobilitas dunia usaha dan masyarakat kembali menggeliat. Alhasil ini menopang tingkat konsumsi rumah tangga atau daya beli masyarakat membaik seiring dengan pulihnya pendapatan masyarakat.
Baca juga: BPS: Ekspor Juli 2023 Naik Tipis 1,36% Jadi US$20,60 Miliar
Membaiknya daya beli masyarakat dan aktivitas dunia usaha akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. "Karenanya, besar kemungkinan ekonomi dalam negeri semakin solid dan terjaga dari sentimen eksternal yang masih penuh ketidakpastian ekonomi global, khususnya dari pelemahan ekonomi Tiongkok yang kian semakin mengkhawatirkan," kata Nico. (Z-2)
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Ia menegaskan Bank Jakarta menyambut peluang penempatan dana berikutnya dari pemerintah pusat.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved