Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika Goldman Sachs Group Inc meramalkan tingkat suku bunga The Fed akan mulai turun pada semester pertama 2024.
Menurut mereka, The Fed akan menurunkan tingkat suku bunga pada akhir Juni tahun depan. Langkah tersebut kemudian akan terus dilakukan secara bertahap setiap 3 bulan sekali.
"Pemotongan tingkat suku bunga didorong oleh keinginan untuk menormalkan tingkat suku bunga yang harus mendekati inflasi," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Senin (14/8).
Baca juga: Tekanan Rupiah Lebih Didominasi Faktor Data Ekonomi Eksternal
Yang menarik, Goldman mengatakan tingkat suku bunga The Fed pada September 2023 akan dipertahankan untuk tidak berubah. Kenaikan baru akan dilakukan pada pertemuan di November 2023.
Menurut mereka, proses normalisasi tidak harus menurunkan tingkat suku bunga, tapi juga bisa dengan membiarkan tingkat suku bunga di level yang sama.
Baca juga: Kurs Dolar Tertinggi Terhadap Yen Jelang Data Inflasi AS
"Sejauh ini kami yakin ada ruang yang masih besar bagi The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga. Namun dalam prosesnya, inflasi masih berpotensi untuk turun, begitupun dengan inflasi inti. Hal ini memberikan harapan inflasi inti akan turun lebih dalam," tandas Nico. (Z-11)
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved