Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (8/8) pagi dibuka menguat 12,41 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.898,78. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,51 poin atau 0,16 persen ke posisi 967,91.
"IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed (variatif) dalam range 6.860 sampai 6.925," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih seperti dilansir dari Antara.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,17 persen year on year (yoy), atau melebihi perkiraan pasar sebesar 4,93 persen.
Baca juga: Harga Emas Antam Selasa Pagi Turun Rp4.000 per Gram
Capaian tersebut adalah ekspansi ke sembilan berturut-turut dan laju terkuat dalam tiga kuartal terakhir.
Dari sisi pengeluaran secara tahunan, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 5,23 persen, yang tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur hari besar keagamaan dan libur sekolah.
Baca juga: MG Umumkan Rencana Tanam Investasi di Indonesia
Pertumbuhan terjadi terutama di sektor transportasi dan komunikasi, pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya, serta restoran dan hotel.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 7,00 poin atau 0,02 persen ke 32.261,60, indeks Hang Seng melemah 388,51 poin atau 1,99 persen ke 19.149,41, indeks Shanghai melemah 19,75 poin atau 0,60 persen ke 3.249,08, dan indeks Straits Times menguat 2,44 poin atau 0,60 persen ke 3.312,31. (Z-6)
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rekor tertinggi kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp13.701 triliun pada 29 Juli 2025, melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat pasar derivatif domestik dengan meluncurkan lima saham baru sebagai underlying kontrak berjangka saham (KBS).
Pencatatan sukuk ini merupakan hasil dari konsistensi dan komitmen bank dalam menjawab tantangan industri perbankan syariah yang semakin kompetitif dan dinamis.
AKTIVITAS perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 23–26 Juni 2025 menunjukkan tren pelemahan di hampir seluruh indikator utama.
Hingga 28 Mei 2025, total nilai transaksi Repo di SPPA mencapai Rp100,85 triliun, dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp2,86 triliun.
BEI mencatat pergerakan pasar modal Indonesia selama pekan pertama Juni 2025 menunjukkan indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,87%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis, 28 Agustus 2025, dibuka menguat 16,61 poin atau 0,21% ke posisi 7.952,79.
Selama 11 tahun menekuni pasar modal, prinsip tersebut menjadi fondasi strateginya: memilih perusahaan dengan fundamental kuat, kemudian berinvestasi dalam jangka panjang.
Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi, aliran modal asing justru cukup besar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa, 26 Agustus 2925, dibuka menguat 14,01 poin atau 0,18% ke posisi 7.940,92.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat ke level 8.000 dalam sepekan mendatang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin, 25 Agustus 2025, dibuka menguat 73,72 poin atau 0,94% ke posisi 7.932,57.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved