Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Mandiri kembali menjalin kerja sama dengan pondok pesantren untuk perkuat inklusi keuangan dan digitalisasi pesantren yang diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan SMP IT-SMA IT Al Mustaqimiyyah Bogor.
Penandatanganan Kerja sama dilaksanakan di pondok pesantren Al Mustaqimiyyah Bogor oleh Ketua Yayasan HafidhMugni dan Area Head Bogor Bank Mandiri Hermawan Handoyo Widodo, untuk wujudkan Pesantren Financial & Edutech Ecosystem, Minggu (6/8).
Kerja sama yang dijalin tersebut, merupakan solusi transaksional dan non transaksional yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan pesantren. Penandatanganan Perjanjian Kerja sama ini dihadiri oleh pengurus, pengasuh, orang tua, dan wali santri SMP IT-SMA IT Al Mustaqimiyyah.
Baca juga : Industri Fintech Makin Mantap Menuju Keberlanjutan dan Dorong Inklusi Keuangan
“Modernisasi pesantren melalui implementasi solusi-solusi berbasis digital merupakan salah satu kunci utama untuk dapat berkembang cepat di era digitalisasi ini dengan saling kolaborasi, melakukan inovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan jaman,” kata Hermawan.
Sehingga, lanjut Hermawan, pondok pesantren yang ada dapat menjadi pesantren yang modern, serba digital termasuk dalam tata kelola keuangan. Santri-santri mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi sudah terbiasa melakukan transaksi secara non tunai sehingga terciptanya cashless society di ekosistem pesantren.
Baca juga : Bibit Gaet Citi Indonesia Perluas Layanan Wealth Management
“Selain itu, dalam hal akademis juga didukung dengan solusi education technology (Edutech) untuk kemudahan tata kelola pesantren secara digital,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Senior Vice President Bank Mandiri Region V Jakarta Sulaeman menuturkan, pihaknya memperkuat inklusi keuangan dan digitalisasi pondok pesantren dengan mengembangkan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri yang akan meningkatkan efisiensi pesantren melalui berbagai solusi.
“Antara lain solusi collection (penerimaan), solusi likuiditas dan solusi payment (pembayaran),” kata Sulaeman yang juga Regional CEO yang mengkoordinir Bank Mandiri Area Jakarta Selatan, Bogor dan Depok
Berbagai solusi ini telah didesain untuk dapat mengakomodir aneka kebutuhan nasabah dalam memperkuat transformasi digital pesantren atau pelaku usaha sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas anggaran.
“Platform ini juga akan saling mendukung dengan Financial Super Apps Livin’ by Mandiri sebagai solusi nasabah retail,” ungkap Sulaeman.
Tidak hanya solusi Finansial Digital saja, namun kerjasama dibidang Education Technology (Edutech) juga diimplementasikan melalui Kopra Partnership, didukung sepenuhnya oleh Pintro selaku mitra Bank Mandiri untuk kemudahan tata kelola dan akademis pesantren serta digitalisasi kartu santri (smart card) yang dapat di top up saldo dan monitor utilisasinya melalui Mobile Apps atau Portal Pintro oleh orang tua santri.
CEO & Founder Pintro Syarif Hidayat mengungkapkan, pihaknya berkomitmen memberikan layanan sistem manajemen lembaga Pendidikan terbaik dengan menyediakan sistem keuangan digital khusus pesantren guna meningkatkan mutu dan menciptakan inklusi keuangan pendidikan nasional.
“Sistem yang kami bangun ini berfungsi untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan siswa seperti SPP dan tagihan regular lainnya dengan lebih dari 50 channel pembayaran, termasuk pembayaran di mandiri agen, indomaret, alfamart, kantor pos, bank daerah, dana, gopay dan lain-lain. Selain itu kami juga menyediakan solusi Education Technology (Edutech) untuk kemudahan akademis dan tata kelola pesantren secara digital,” ujar Syarif Hidayat.
Syarif berharap kedepannya, lembaga pendidikan, khususnya pesantren dapat berfokus untuk memajukan dunia pendidikan dan tidak kesulitan dengan urusan tagihan.
Ketua Yayasan SMP IT-SMA IT Al Mustaqimiyyah Bogor Hafidh Mugni menyampaikan keinginannya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan terus berinovasi seiring dengan era digital saat ini serta mendukung inklusi keuangan dengan membangun kerja sama strategis bersama Bank Mandiri dan Pintro untuk menghadirkan kemudahan pembayaran digital serta modernisasi tata kelola pesantren/
“Sehingga orang tua santri dapat melakukan pembayaran tagihan pendidikan anak dari mana saja dan kapan saja dengan berbagai opsi pembayaran yang tersedia baik perbankan maupun non perbankan,” katanya.
Ia menambahkan, pilot project kerjasama ini sebagai bentuk transformasi digital dalam modernisasi pesantren dan diharapkan dapat menjadi role model bagi pondok pesantren lainnya. (Z-5)
Kompleks pesantren seluas sekitar 2,5 hektare ini berada di kawasan seluas lima hektare yang sempat menjadi titik penumpukan material kayu dari aliran sungai.
PBNU menggelar Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Kemenag dan Kemenkop UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk membangkitkan dan memperkuat ekonomi umat
Insiden kebakaran yang terjadi di lantai dasar Pondok Pesantren Al Mawaddah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyebabkan sedikitnya sembilan santri alami gangguan pernapasan
BNPT mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).
Berdasarkan data Education Management Information System (EMIS), Jabar memiliki 12.972 pesantren atau 30,42% dari 42.639 pesantren yang ada di Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat fungsi pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan dengan menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 38 Tahun 2025.
Menkop Ferry mencontohkan kiprah koperasi penyandang tunanetra yang memproduksi Al Qu'ran braille dan menyumbangkannya ke masjid.
1.000 peserta hadir secara fisik maupun daring untuk mendapatkan teori, praktik dan berdiskusi langsung bersama fasilitator, serta simulasi pengelolaan keuangan harian.
Dana CSR sebesar Rp 100.000.000 disampaikan kepada Penyandang Disabilitas melalui Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
Di tengah perekonomian yang makin kompleks dan layanan keuangan digital yang berkembang pesat, literasi keuangan menjadi keterampilan penting bagi generasi muda Indonesia.
Meningkatnya akses layanan keuangan digital di kalangan remaja Indonesia membawa konsekuensi baru: paparan terhadap perilaku finansial yang tidak sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved