Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK pensiunan masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal, termasuk pembiayaan usaha, pinjaman konsumtif, maupun layanan keuangan berbasis pensiun. Kolaborasi antara lembaga keuangan seperti koperasi dan bank dinilai dapat menjadi solusi strategis untuk membuka akses yang lebih mudah, aman, dan terkelola dengan baik bagi kelompok ini.
Sebagai upaya konkret mengatasi kesenjangan layanan keuangan bagi pensiunan, Koperasi Nusantara (Kopnus) dan Bank Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Bisnis.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses kredit, mempermudah mekanisme penyaluran dana pensiun, dan membuka peluang usaha bagi mantan pekerja yang telah memasuki masa pensiun. Melalui MoU yang ditandatangani pada Senin (26/1) di Makassar ini, para pensiunan, baik yang sudah menjadi anggota Kopnus maupun yang berminat bergabung, akan mendapatkan kemudahan dalam mengajukan pinjaman pensiun dengan skema khusus.
Selain itu, kerja sama ini juga memungkinkan pemotongan langsung dana pensiun sebagai mekanisme pembayaran yang lebih teratur dan aman, serta penyaluran kredit melalui skema channeling yang dikelola bersama.
Ketua KOPNUS, Joshua Rahmat, menegaskan kolaborasi ini dirancang untuk memberi manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat.
“Dengan akses keuangan yang lebih baik, mereka dapat mengembangkan usaha, memenuhi kebutuhan hidup, atau sekadar mengelola keuangan dengan lebih baik di masa pensiun,” jelasnya dalam keterangan resmi. Dwi Zulkarnain, Direktur Kredit dan UMKM Bank Sulselbar, menyambut baik sinergi ini sebagai bagian dari komitmen bank dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia Timur.
“Dengan menggandeng Kopnus yang memiliki jaringan kuat di akar rumput, layanan keuangan dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain penandatanganan MoU, acara ini juga dimanfaatkan untuk meresmikan Kantor Layanan Kopnus CPI Kota Makassar, yang akan menjadi pusat layanan terpadu bagi anggota di Sulawesi Selatan. Dengan perluasan jaringan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur, yang terbantu melalui layanan keuangan yang lebih mudah diakses, transparan, dan mengutamakan prinsip kebermanfaatan sosial. (E-4)
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
Seluruh tenant UMKM bersama penyelenggara memastikan kualitas serta higienitas makanan dan minuman melalui pengawasan berkala.
Bank Jakarta menggandeng Persija Jakarta dan The Jakmania melalui program From the Pitch to the Branch untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan daya saing positif BNI sebagai bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di tengah kompetisi industri perbankan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved