Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SENTIMEN bisnis Jerman turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada Juli. Ini karena pesimisme tentang keadaan ekonomi terbesar Eropa semakin dalam.
Menurut Ifo Institute yang dipercaya dan diawasi ketat, Selasa (25/7), berdasarkan survei terhadap 9.000 perusahaan, sentimen bisnis turun menjadi 87,3 poin dari 88,6 poin pada Juni. Analis yang disurvei oleh perusahaan data keuangan FactSet memperkirakan 88,0 poin.
Skor yang lemah tersebut menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran atas prospek ekonomi Jerman yang tergelincir dalam resesi sekitar pergantian tahun. "Sentimen di antara perusahaan Jerman semakin memburuk," kata Presiden Ifo, Clemens Fuest.
Baca juga: Laba Konglomerat India Reliance Terpukul Bisnis Minyak Merosot
Ia mencatat bahwa ketidakpuasan perusahaan dengan bisnis mereka saat ini merupakan hambatan utama pada sentimen umum. "Situasi ekonomi Jerman semakin suram."
Analis memperingatkan bahwa masa sulit akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang. Ini menyebabkan kontraksi PDB selama setahun penuh.
Baca juga: Saham Electrolux Jatuh setelah Laporan Rugi dan Rencana Divestasi
"Ekonomi Jerman berada di tanah tak bertuan antara resesi yang lemah dan pemulihan," kata kepala ekonom pemberi pinjaman publik KfW Fritzi Koehler-Geib. "Industri khususnya telah mengecewakan, karena produksi terus menurun meskipun masalah rantai pasokan berkurang."
Konsumsi rumah tangga masih menderita karena inflasi tinggi yang meningkat menjadi 6,4% di Juni. Ditambah lagi, serangkaian penaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa untuk melawan kenaikan harga.
Baca juga: Pesanan Industri Jerman Naik pada Mei
Biaya energi tetap tinggi untuk sektor manufaktur dan industri tertentu, termasuk bahan kimia. Biaya tersebut diupayakan untuk kembali seperti kondisi sebelum invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022.
Sementara itu, permintaan yang lemah dari Tiongkok dan Amerika Serikat telah memukul ekspor. Padahal kedua negara telah lama menjadi pendorong penting ekonomi Jerman.
Analis bank LBBW Jens-Oliver Niklasch mengatakan kesimpulan yang jelas dari survei Ifo yaitu, "Kita berada dalam resesi dan tidak akan segera keluar dari situ." (AFP/Z-2)
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
POSISI tegas diambil Berlin dalam menanggapi manuver terbaru Kabinet Israel yang merombak aturan administratif di wilayah penduduka
Semua bermula pada 29 Januari 1886, saat Carl Benz mendapatkan paten kendaraan pertama di dunia Benz Patent-Motorwagen.
Jerman resmi kirim tim militer ke Greenland menyusul ketegangan wilayah. Kanada turut pasang badan dukung integritas teritorial Denmark.
SEKRETARIS Jenderal NATO Mark Rutte memperingatkan bahwa Rusia bisa menyerang negara-negara anggota pakta pertahanan itu dalam lima tahun ke depan.
Raja Charles menjamu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam jamuan kenegaraan bernuansa Natal di Windsor Castle.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved