Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PESANAN industri Jerman naik secara signifikan pada Mei. Data resmi menunjukkan itu pada Selasa (4/7). Padahal ada kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar Eropa itu berada di periode pertumbuhan yang lemah.
Pesanan baru, yang diawasi dengan ketat sebagai pendahuluan dari aktivitas industri di masa depan, naik 6,4% pada Mei, kata badan statistik federal, Destatis. Indikator ini naik untuk bulan kedua berturut-turut, setelah Destatis merevisi angkanya untuk April menjadi naik 0,2% dari penurunan 0,4%.
Kenaikan Mei didorong oleh peningkatan pesanan untuk peralatan transportasi, termasuk kapal, kereta api, pesawat dan kendaraan militer, yang melonjak 137,1% dalam sebulan. Pesanan kendaraan bermotor--sektor utama ekonomi Jerman--juga naik 8,6%.
Baca juga: Perekrutan Karyawan Swasta pada Juni di AS Lampaui Ekspektasi
Namun gambarannya tetap beragam. Tengok saja, pesanan untuk peralatan listrik turun 15%. Pesanan domestik naik 6,2% dan dari luar negeri juga naik 6,4%.
Angka pesanan yang membaik akan memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang peduli dengan kesehatan ekonomi Jerman. Meskipun, "Iklim bisnis yang suram di sektor manufaktur, ada tanda-tanda sedikit ekspansi produksi industri yang terkendali sepanjang tahun ini," kata kementerian ekonomi dalam suatu pernyataan.
Baca juga: Penjualan Mobil Jerman Melonjak di Paruh Pertama 2023
Serangkaian data ekonomi yang lemah menimbulkan kekhawatiran bahwa motor ekonomi Jerman mulai macet. Jerman jatuh dalam resesi sekitar awal tahun, karena inflasi tinggi, biaya energi meningkat, dan pertumbuhan lemah di pasar-pasar utama membebani perekonomian. Hambatan yang berkembang membuat lembaga ekonomi terkemuka di negara itu memperkirakan bahwa ekonomi akan menyusut sebesar 0,2% selama 2023. (AFP/Z-2)
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Merz juga menegaskan kembali penolakannya untuk mengirim kapal perang Jerman ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved