Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pupuk Indonesia mengungkapkan tidak ada stok pupuk bersubsidi yang menumpuk di gudang karena tidak tersalurkan kepada para petani. Semua pupuk yang berada di gudang adalah stok minimal yang memang harus dipersiapkan untuk kebutuhan setidaknya hingga tiga pekan ke depan.
Hal tersebut disampaikan VP Penjualan Wilayah 1 Pupuk Indonesia Wawan Arjuna guna menanggapi temuan Ombudsman Sumatra Utara terkait tumpukan berton-ton pupuk bersubsidi di gudang yang berada di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai.
“Stok pupuk subsidi yang tersedia dan terlihat menumpuk di gudang Sergai, Sumatera Utara, itu dalam rangka memenuhi aturan pemerintah. Stok pupuk subsidi ini selanjutnya akan didistribusikan kepada petani yang berhak mendapat alokasi subsidi pupuk sesuai aturan Pemerintah,” ujar Wawan melalui keterangan resmi, Rabu (19/7).
Baca juga: KPPU Persoalkan Ratusan Ton Pupuk Bersubsidi di Sergai
Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian. Dalam peraturan tersebut, stok pupuk subsidi yang disiapkan perseroan harus memenuhi kebutuhan petani selama dua hingga tiga minggu ke depan.
Saat ini, Pupuk Indonesia menyediakan stok pupuk subsidi di Sumatera Utara sebesar 41.935 ton. Jumlah itu terdiri dari pupuk urea sebesar 24.557 ton dan NPK sebesar 15.340 ton. Seluruh pupuk subsidi ini tersedia di gudang lini III dan akan didistribusikan ke kios resmi Pupuk Indonesia dan bisa ditebus oleh petani yang berhak.
Baca juga: Pupuk Langka, DPR Soroti Revitalisasi PT Pupuk Kujang Cikampek
“Pupuk Indonesia berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Sergai. Stok pupuk yang disiapkan sesuai ketentuan dan akan disalurkan kepada petani yang berhak sesuai data e-Alokasi," tandasnya. (RO/Z-11)
HARAPAN petani di Provinsi Aceh untuk meraup untung besar pada musim panen rendengan (panen utama) tahun 2026 harus terkubur dalam.
Pupuk Indonesia menyambut Perpres 113/2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi yang dinilai mendorong efisiensi industri.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
Penyelewengan pupuk bersubsidi sebanyak 665 ton sudah beroperasi sejak tahun 2020 hingga merugikan keuangan negara hingga Rp4,5 miliar.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
PT Pupuk Indonesia memastikan konflik Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan.
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025 merupakan solusi atau jawaban inefisiensi industri pupuk yang diterbitkan berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan.
Pupuk Indonesia menyambut Perpres 113/2025 tentang tata kelola pupuk bersubsidi yang dinilai mendorong efisiensi industri.
Langkah tersebut dilakukan melalui strategi optimalisasi produksi, penguatan distribusi antar-wilayah, serta penyesuaian stok pupuk.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
Pupuk Indonesia dan Kemenko Pangan memantau pilot project i-Pubers di Sidrap untuk memastikan distribusi pupuk subsidi lebih transparan dan tepat sasaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved