Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KINERJA cemerlang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mendapatkan apresiasi dari dunia internasional.
Media keuangan dan ekonomi ternama dunia yang bermarkas di London, Inggris, The Banker menobatkan BRI sebagai bank terbaik di Indonesia dalam daftar Top 1000 World Banks 2023 yang dipublikasikan pada 5 Juli 2023.
Secara global, The Banker yang telah menjadi sumber informasi perbankan yang kredibel sejak tahun 1926 tersebut menempatkan BRI pada peringkat ke-109 dunia pada Top 1000 World Banks 2023, di mana peringkat tersebut menjadi peringkat bank tertinggi di Indonesia.
Baca juga: Bukukan Kinerja Terbaik, Sunarso Raih The Best CEO, BRI Borong 9 International Awards dari FinanceAsia
Dalam situs resminya The Banker melakukan pemeringkatan Top 1000 World Banks 2023 mengacu pada pencapaian kinerja keuangan pada 2022. Adapun aspek penilaian diantaranya terdiri dari sisi balance sheet, income statement, dan capital adequacy.
Jaga Kinerja Positif dan Terus Bertumbuh
Terkait pencapaian tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan BRI berhasil menjaga kinerja positif dan terus bertumbuh di tengah kondisi ekonomi yang menantang di tengah tantangan pandemi Covid-19.
Hal tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa BRI berhasil memberi makna kepada seluruh stakeholders-nya melalui penciptaan economic dan social value.
“Kami berterima kasih kepada The Banker karena telah menilai kinerja kami secara objektif, kredibel dan transparan," ujar Sunarso.
"Hal ini membuktikan BRI berhasil dan mampu secara konsisten menjaga fundamental kinerja tetap dapat tumbuh secara sehat, kuat, dan berkelanjutan," jelasnya.
Baca juga: Kesaksian para Pelaku UMKM yang Terbantu oleh Pinjaman Modal BRI
"Tak lupa, saya katakan bahwa prestasi ini berkat kerja keras seluruh Insan BRILian (pekerja BRI) yang telah memberikan kontribusi terbaiknya," terang Sunarso.
"Hal tersebut juga akan menjadi suntikan semangat kami untuk terus men-deliver economic value dan social value bagi seluruh stakeholders,” ujarnya menekankan.
Pelaku UMKM Jadi Core Business BRI
Sunarso juga mendedikasikan pencapaian ini kepada seluruh pelaku UMKM di Indonesia yang menjadi core business BRI dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Di dalam situs resminya, The Banker menyebutkan dari analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa 2022 adalah tahun yang menantang bagi industri perbankan global.
Baca juga: Ikut BRILianpreneur, Yosefin Dapat Banyak Manfaat
Bank-bank sentral di seluruh dunia telah memperketat kebijakan moneter setelah satu dekade suku bunga rendah hingga negatif dan sebagai tanggapan terhadap beberapa guncangan, termasuk rebound permintaan agregat sejak pandemi Covid-19, guncangan rantai pasokan, perang di Ukraina, dan melonjaknya inflasi.
Kondisi suku bunga yang lebih tinggi biasanya berkorelasi positif dengan profitabilitas bank. Memang, kenaikan suku bunga baru-baru ini telah menguntungkan bank. Namun, perubahan ini juga menghadirkan tantangan yang berdampak pada neraca bank.
Baca juga: Kisah UMKM Telur Asin yang Jalani Bisnis Berlandaskan Gotong Royong
Ada risiko lanjutan seputar inflasi dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi di banyak pasar. Perkiraan dasar adalah pertumbuhan produk domestik bruto global turun dari 3,4% pada 2022 menjadi 2,8% pada 2023, menurut Dana Moneter Internasional (IMF).
Pertumbuhan ekonomi diprediksi akan mengalami perlambatan, dari 2,7% pada tahun 2022 menjadi 1,3% pada tahun 2023.
The Banker memproyeksikan bahwa mengingat lingkungan bisnis yang lebih sulit, pertumbuhan pinjaman kemungkinan akan tetap lemah karena bank diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam keputusan pemberian pinjaman mereka, terutama di sektor-sektor industri yang paling rentan terhadap penurunan ekonomi.
Perlambatan ekonomi dan tingginya suku bunga kebijakan moneter akan turut membebani permintaan kredit. (RO/S-4)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
DPR RI desak pemerintah daerah klarifikasi dana Rp234 triliun yang mengendap di bank.
Finnet aktif membantu proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu Bank BUMN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved